Tim ilmuwan asal China baru saja mengukir sejarah baru di bidang eksplorasi kelautan dunia.
Mereka resmi mengeklaim telah menemukan deposit mineral bawah laut berukuran sangat besar di wilayah Samudra Pasifik bagian barat yang kaya akan kandungan logam mulia.
Penemuan spektakuler ini mengemuka berdasarkan laporan resmi stasiun televisi pemerintah China, CCTV, yang menyoroti keberhasilan ekspedisi ilmiah bersama lintas lembaga akademik.
Kadar emas dan perak yang terkandung dalam bijih mineral di dasar laut tersebut bahkan tercatat jauh lebih tinggi dibandingkan deposit daratan pada umumnya.
Eksplorasi Kapal Xiang Yang Hong 10 dan Ekspedisi Laut Dalam
Riset berskala besar ini mengikutsertakan gabungan peneliti tangguh dari Institute for Ocean Engineering Tsinghua University, Qingdao Institute of Marine Geology, dan Shanghai Jiao Tong University.
Ekspedisi yang berangkat dari Shenzhen pada 10 Agustus 2026 tersebut mengandalkan ketangguhan kapal riset oseanografi raksasa Xiang Yang Hong 10.
Dalam misi selama 18 hari yang mencakup tujuh kali penyelaman ke laut dalam, para ahli menyisir cekungan busur belakang (back-arc basin) di Pasifik bagian barat.
Wilayah pertambangan baru ini terbukti menyimpan potensi cadangan bijih yang membentang sangat luas dan menjanjikan.
Pembentukan Bijih Sulfida Hidrotermal dan Kadar Logam Fantastis
Logam-logam mulia tersebut mengendap manis di sebuah ladang hidrotermal bersuhu tinggi sebagai bijih sulfida padat.
Fenomena ini terbentuk saat air superpanas kaya mineral menyembur dari celah dasar laut lalu bertemu langsung dengan air laut yang suhunya nyaris membeku.
Berdasarkan analisis laboratorium awal, tubuh bijih mendominasi mineral bernilai ekonomi tinggi seperti kalkopirit, pirit, dan sfalerit.
Pengujian mencatat konsentrasi kadar emas mencapai 15,4 gram per ton bijih, sedangkan kadar perak menyentuh angka fantastis hingga 1,27 kilogram per ton bijih.
Potensi Eksploitasi Pertambangan dan Kehidupan Ekstrem Laut Dalam
Penemuan gundukan sulfida raksasa berbentuk kerucut ini dinilai memiliki nilai ekonomi serta eksploitasi yang sangat tinggi bagi industri pertambangan masa depan.
Struktur geologi yang unik tersebut menjadi harta karun baru di tengah makin menipisnya sumber daya mineral di daratan.
Di samping potensi ekonominya yang luar biasa, ladang hidrotermal aktif tersebut rupanya juga menjadi rumah bagi komunitas biologis unik.
Temuan ini sekaligus memberikan wawasan ilmiah berharga mengenai bagaimana mahkluk hidup mampu bertahan di lingkungan laut dalam yang sangat ekstrem.
Pemetaan Wilayah Perairan dan Keberlanjutan Penelitian
Meskipun titik koordinat pastinya disembunyikan demi alasan keamanan, jalur pelayaran kapal mencatat pergerakan di perairan utara dan timur Taiwan hingga utara Filipina.
Eksplorasi ini merupakan puncak dari puluhan survei pendahuluan yang telah memetakan fenomena ventilasi hidrotermal bersuhu lebih dari 315 derajat Celsius.
Keberhasilan proyek ini makin mengokohkan dominasi teknologi eksplorasi samudra milik China di kancah internasional.
Ke depan, penelitian lanjutan akan terus dilakukan untuk mengkaji dampak lingkungan serta kalkulasi teknis pemanfaatannya.
Statement:
Song Shiji, Wakil Dekan Institute for Ocean Engineering Tsinghua University
“Wilayah pertambangan dasar laut yang luas ini memiliki nilai eksploitasi yang sangat tinggi.”
3 Poin Penting:
-
Penemuan Deposit Mineral Raksasa: Tim ilmuwan China menemukan deposit mineral bawah laut berukuran sangat besar di kawasan Pasifik bagian barat dengan kadar emas dan perak melimpah.
-
Kandungan Logam Mulia Tinggi: Hasil pengujian laboratorium mencatat kadar emas mencapai 15,4 gram per ton bijih dan perak mencapai 1,27 kilogram per ton bijih, jauh melampaui kadar deposit daratan.
-
Eksplorasi Laut Dalam: Penemuan dilakukan menggunakan kapal riset Xiang Yang Hong 10 di ladang hidrotermal yang juga menyimpan ekosistem biologis laut dalam yang unik.



