Search
Search
Search

Cek Fakta: [HOAKS] Menkeu Suahasil Nazara Bagi-Bagi Hibah Rp20 Miliar

Kamis, 24 September 2026

Warganet kembali dihebohkan oleh maraknya peredaran konten rekayasa digital yang mencatut nama pejabat negara di platform media sosial.

Sebuah unggahan video di Facebook mengatasnamakan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mendadak tular karena mengklaim adanya pembagian bantuan dana hibah dari Arab Saudi senilai Rp20 miliar.

Video tersebut mengajak masyarakat untuk segera mendaftarkan diri dengan mengirimkan data pribadi serta menghubungi nomor kontak yang tertera.

Unggahan yang disebarkan oleh akun bodong tersebut menampilkan sosok Menteri Keuangan Republik Indonesia, Suahasil Nazara, seolah-olah sedang memberikan imbauan resmi.

Dalam narasi video, masyarakat diminta menyiapkan foto KTP dan nomor rekening aktif untuk mencairkan bantuan.

Sontak saja, klaim menggiurkan ini langsung menyita perhatian publik dan berpotensi memicu timbulnya korban penipuan digital di tengah masyarakat.

Jejak Digital Akun Bodong dan Indikasi Manipulasi Teknologi

Hasil penelusuran fakta menunjukkan bahwa akun penyebar informasi tersebut bukanlah kanal komunikasi resmi milik pemerintah.

Akun yang mengatasnamakan Menkeu itu tercatat hanya memiliki sedikit pengikut dan kerap membagikan berbagai informasi palsu seputar bantuan hibah.

Tak hanya mencatut Suahasil Nazara, akun ghoib tersebut juga terbukti berulang kali menggunakan figur pejabat lain guna melancarkan aksi penipuan serupa secara masif.

Kejanggalan mendasar makin terlihat jelas saat mengamati detail pergerakan bibir dan artikulasi suara narasumber dalam video yang sama sekali tidak selaras.

Pengujian teknis menggunakan pemindai kecerdasan buatan Hive Moderationmengonfirmasi bahwa konten tersebut merupakan hasil manipulasi teknologi deepfake.

Probabilitas rekayasa visual mencapai angka 98,1% dan rekayasa vokal sebesar 99,3%, yang menegaskan bahwa video tersebut sepenuhnya adalah produk tiruan.

Klarifikasi Resmi Pemerintah dan Bahaya Pencurian Data

Kementerian Keuangan melalui saluran resminya menegaskan bahwa narasi pembagian bantuan dana hibah melalui pesan singkat maupun media sosial adalah berita bohong.

Pihak kementerian tidak pernah membuka mekanisme pendaftaran bantuan sosial atau dana hibah dengan mencantumkan nomor telepon pribadi.

Pola penyebaran informasi semacam ini terindikasi kuat sebagai modus scam untuk mencuri data pribadi masyarakat (phishing) atau meminta nominal uang administrasi.

Pemerintah mengimbau publik untuk selalu memverifikasi ulang setiap informasi finansial yang mengatasnamakan lembaga negara melalui kanal terpercaya.

Akun resmi Kementerian Keuangan serta Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) menjadi rujukan utama dalam memastikan keabsahan suatu program pemerintah.

Sikap kritis masyarakat sangat diperlukan agar tidak mudah tergiur oleh tawaran bantuan yang tampak tidak rasional.

Pernyataan Resmi Pihak Kemenkeu

Pihak Kemenkeu menegaskan komitmennya untuk terus memantau dan memberikan edukasi publik terkait maraknya rekayasa teknologi yang merugikan masyarakat.

Langkah Preventif Menghadapi Ancaman Cyber Crime

Ancaman kejahatan siber yang memanfaatkan kecerdasan buatan kini makin canggih dan sulit dibedakan sekilas oleh awam.

Oleh karena itu, pengguna media sosial dituntut untuk lebih jeli dalam mengenali ciri-ciri konten rekayasa seperti ketidaksesuaian gerak bibir, tata bahasa yang tidak baku, serta pencantuman nomor pribadi.

Dengan meningkatkan literasi digital, masyarakat dapat membentungi diri dari bahaya kebocoran data pribadi dan kerugian finansial.

Selalu pastikan untuk memeriksa kebenaran suatu informasi melalui situs web atau akun media sosial resmi bercentang biru sebelum membagikan atau mengikuti instruksi dalam konten yang mencurigakan.

Kutipan:

Keterangan resmi PPID Kemenkeu

“Video yang beredar mengenai Menteri Keuangan Suahasil Nazara yang meminta masyarakat Indonesia mendaftarkan diri melalui nomor tertentu untuk mendapatkan bantuan dana hibah merupakan video hoaks deepfake.”

3 Poin Penting:

  • Video Hoaks Deepfake: Video yang menampilkan Menkeu Suahasil Nazara membagikan dana hibah Arab Saudi Rp20 miliar terbukti hasil rekayasa teknologi kecerdasan buatan (AI) dengan tingkat probabilitas di atas 98%.

  • Modus Penipuan Digital: Kementerian Keuangan menegaskan tidak pernah menyalurkan bantuan hibah melalui pendaftaran via nomor telepon pribadi di media sosial, dan mengindikasikan narasi tersebut sebagai modus scamatau pencurian data.

  • Imbauan Waspada: Masyarakat diminta untuk selalu memverifikasi informasi melalui saluran resmi Kemenkeu seperti akun @kemenkeuri atau @ppid.kemenkeu serta tidak memberikan data sensitif seperti foto KTP.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

Rame 24 Jam

Rame Sepekan