Search
Search
Search

Karya Terakhir Guruh Soekarnoputra “Sendiri” Segera Dirilis, Rekaman Langka Sang Maestro Jadi Warisan Musik

Kamis, 1 Oktober 2026

Guruh Soekarnoputra “Sendiri” (ist)

Musica Studios segera merilis karya terakhir Guruh Soekarnoputra yang memiliki nilai historis tersendiri.

Untuk pertama kalinya, maestro musik dan kebudayaan Indonesia tersebut terdengar menyanyikan sendiri lagu ciptaannya yang selama ini lebih dikenal publik melalui penyanyi lain.

Kabar ini disampaikan produser senior Musica Studios, Indrawati Widjaja atau Bu Acin, dalam konferensi pers di kawasan Jakarta Selatan pada 28 September 2026.

Pengumuman tersebut disampaikan hanya dua hari setelah Guruh Soekarnoputra meninggal dunia pada Sabtu, 26 September 2026 pukul 04.16 WIB di MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta, dalam usia 73 tahun.

Lagu yang dimaksud adalah “Sendiri”, karya yang diciptakan Guruh pada 1984 dan sebelumnya dikenal luas melalui suara Chrisye. Namun, versi terbaru ini punya sisi berbeda karena Guruh sendiri yang merekam vokalnya.

“Sendiri” dalam Suara Sang Pencipta

Selama perjalanan kariernya, Guruh lebih dikenal sebagai kreator di balik berbagai karya musik yang kemudian dibawakan oleh sejumlah penyanyi ternama.

Karena itu, rekaman “Sendiri” versi Guruh menjadi sesuatu yang berbeda. Publik nantinya dapat mendengarkan langsung suara sang pencipta membawakan salah satu karya yang lahir dari tangannya sendiri.

Menurut Bu Acin, materi lagu tersebut sebenarnya telah dipersiapkan untuk dirilis pada Januari mendatang, bertepatan dengan hari ulang tahun Guruh pada 13 Januari.

Bahkan, persiapan produksi disebut sudah lengkap, mulai dari master audio hingga video klip. Rencana perilisan itu kini berubah menjadi momentum untuk mengenang sosok Guruh melalui rekaman yang disebut sebagai karya terakhirnya.

“Tuhan Berkehendak Lain”

Di balik proses produksinya, lagu “Sendiri” ternyata menyimpan makna yang lebih dalam. Menjelang akhir hayatnya, Guruh sempat menjelaskan bahwa lagu tersebut tidak hanya berbicara tentang kesendirian yang berkaitan dengan persoalan cinta.

Produser Musica studios juga  mengungkapkan adanya dimensi spiritual dalam karya tersebut, sehingga maknanya tidak berhenti pada kisah hubungan antarmanusia.

Warisan Spiritual dari Sang Maestro

Guruh tidak memberikan satu batasan khusus mengenai arti spiritual dalam lagu “Sendiri”. Sebaliknya, ia memberikan ruang kepada pendengar untuk menemukan dan memaknai sendiri pesan yang terdapat di dalam karya tersebut.

Pendekatan ini membuat lagu tersebut memiliki ruang interpretasi yang luas, sekaligus menambah konteks pada rekaman yang kini menjadi bagian dari peninggalan terakhirnya.

Dengan rencana perilisan yang sebelumnya dijadwalkan bertepatan dengan ulang tahun Guruh, “Sendiri” kini memiliki konteks emosional yang berbeda.

Lagu tersebut bukan sekadar rilisan baru Musica Studios, melainkan dokumentasi suara Guruh sebagai penyanyi dari karya ciptaannya sendiri.

Bagi perjalanan musik Indonesia, rekaman ini juga menjadi salah satu jejak terakhir dari sosok yang dikenal berkontribusi dalam musik, tari, dan kebudayaan.

3 Poin Penting:

  • Musica Studios akan merilis “Sendiri” versi Guruh Soekarnoputra, yang menjadi rekaman langka karena sang pencipta menyanyikan sendiri karyanya.
  • Lagu “Sendiri” diciptakan pada 1984 dan sebelumnya dikenal luas melalui penyanyi Chrisye.
  • Makna “Sendiri” memiliki dimensi spiritual, dan Guruh memberikan kebebasan kepada pendengar untuk menafsirkan pesan yang terkandung di dalamnya.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

Rame 24 Jam

Rame Sepekan