Konflik Yaman kembali memanas dan dampaknya mulai terasa hingga wilayah Arab Saudi.
Dua bandara internasional, yakni Bandara Internasional Abha dan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, dilaporkan menjadi sasaran serangan yang diklaim dilakukan kelompok Houthi.
Serangan tersebut menewaskan tiga orang dan melukai 36 lainnya.
Otoritas penerbangan sipil Arab Saudi menyebut serangan berlangsung pada Selasa dan Rabu. Dua korban tewas di Bandara Abha masing-masing merupakan warga Mesir dan Aljazair, sedangkan satu korban di Riyadh merupakan warga Sudan.
Houthi Klaim Lancarkan Serangan Rudal
Kelompok Houthi secara terbuka mengklaim bertanggung jawab atas sejumlah serangan tersebut. Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengatakan kelompoknya kembali menargetkan Bandara Internasional King Khalid menggunakan rudal balistik.
Di sisi lain, koalisi militer pimpinan Arab Saudi menyatakan rudal yang diarahkan ke Riyadh berhasil dicegat. Koalisi juga mengklaim telah menghancurkan fasilitas peluncuran rudal balistik yang digunakan dalam serangan tersebut.
Situasi ini membuat ancaman terhadap infrastruktur penerbangan sipil kembali menjadi perhatian, terutama setelah wilayah udara sekitar Bandara King Khalid dilaporkan beberapa kali ditutup sementara.
Konflik Yaman Menjalar ke Jalur Udara
Serangan tidak hanya terjadi di Arab Saudi. Houthi juga mengklaim melancarkan serangan menggunakan rudal dan drone di sekitar Bandara Aden, yang menjadi ibu kota sementara pemerintah Yaman.
Kantor berita pemerintah Yaman, Saba, melaporkan salah satu rudal jatuh di dekat landasan pacu hanya beberapa menit sebelum pesawat dari Kairo dijadwalkan mendarat sehingga penerbangan tersebut dialihkan ke Jeddah.
Houthi juga mengklaim menyerang Bandara Abha dan Pangkalan Udara King Khalid di Khamis Mushait.
Namun, sejumlah klaim dari kedua pihak dalam konflik ini masih sulit diverifikasi secara independen karena kondisi di lapangan berubah cepat dan akses bagi jurnalis terbatas.
Karena itu, informasi mengenai keberhasilan serangan maupun perubahan posisi pasukan perlu dibaca secara hati-hati.
Perang Saudara Yaman Kembali Berkobar
Konflik terbaru ini terjadi setelah perang saudara Yaman kembali berkobar pada Juli, menyusul gencatan senjata yang berlangsung selama sekitar empat tahun.
Houthi yang menguasai sebagian besar wilayah barat laut Yaman dilaporkan berhasil merebut sejumlah kawasan pesisir Laut Merah.
Pemerintah Yaman yang diakui secara internasional kemudian melancarkan serangan balasan dengan dukungan koalisi pimpinan Arab Saudi.
Pemerintah Yaman mengklaim berhasil mendorong Houthi dari sejumlah wilayah strategis, termasuk kawasan di sekitar Laut Merah dan kota pelabuhan Mocha.
Namun, Houthi membantah kehilangan wilayah tersebut. Sumber militer dari kedua pihak yang dikutip AFP juga belum melaporkan perubahan besar yang dapat diverifikasi secara independen di medan perang.
Puluhan Ribu Warga Terdampak Konflik
Di tengah saling klaim militer tersebut, dampak kemanusiaan terus membesar. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut lebih dari 200.000 orang telah mengungsi di dalam Yaman akibat pertempuran.
Bentrokan baru di wilayah barat Yaman pada Rabu juga dilaporkan menewaskan sedikitnya 62 kombatan, termasuk 37 anggota Houthi, berdasarkan keterangan sumber militer kepada AFP.
Kantor berita Saba juga melaporkan serangan rudal Houthi ke Kota Taiz yang dikuasai pemerintah dan menyebabkan lima warga sipil terluka.
Pemerintah Yaman kini menargetkan pengambilalihan kembali wilayah yang dikuasai Houthi, sebagian besar di antaranya merupakan kawasan berpenduduk padat. Eskalasi ini berpotensi semakin memperburuk krisis kemanusiaan yang telah berlangsung lama.
Ancaman Konflik Regional Makin Nyata
Arab Saudi sendiri telah memimpin koalisi yang memerangi Houthi sejak 2015 dan kembali memberikan dukungan udara kepada pasukan pemerintah Yaman.
Dengan serangan yang kini menyasar fasilitas penerbangan di wilayah Saudi, konflik Yaman berpotensi memiliki dampak yang lebih luas terhadap keamanan kawasan dan konektivitas udara.
Untuk saat ini, perhatian tertuju pada kemampuan kedua pihak menahan eskalasi agar konflik tidak semakin meluas.
Serangan terhadap bandara menunjukkan bahwa dampak perang tidak hanya dirasakan oleh pasukan di medan tempur, tetapi juga masyarakat sipil dan aktivitas penerbangan.
Di sisi lain, krisis kemanusiaan Yaman masih menjadi persoalan besar karena sebagian besar penduduk bergantung pada bantuan kemanusiaan.
Statement:
Otoritas penerbangan sipil Arab Saudi
“Pada Selasa dan Rabu… Bandara Internasional Abha dan Bandara Internasional King Khalid menjadi sasaran serangan yang menargetkan fasilitas mereka.”
Yahya Saree, juru bicara militer Houthi
“Angkatan bersenjata kami baru saja menargetkan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh dengan rudal balistik.”
3 Poin Penting:
- Dua bandara Arab Saudi diserang, yakni Bandara Abha dan Bandara King Khalid di Riyadh, dengan tiga orang tewas dan 36 lainnya terluka.
- Houthi mengklaim melancarkan serangan rudal dan drone, sementara koalisi pimpinan Saudi menyatakan sejumlah rudal berhasil dicegat dan fasilitas peluncuran dihancurkan.
- Konflik Yaman kembali memicu krisis kemanusiaan, dengan PBB melaporkan lebih dari 200.000 orang mengungsi akibat pertempuran terbaru.


![donald trump [dok. kompas]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/7dc81f3e3e5f9b433d93565d7a14d3a1-e1770955274524-300x138.jpg)
