Search
Search
Search

Banjir Kiriman dari Malaysia Jadi Tantangan Berat BPBD Nunukan, Warga Diminta Waspada 24 Jam

Kamis, 8 Oktober 2026

Banjir Nunukan (Dok.Prokopim Nunukan)

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan menghadapi tantangan serius dalam menangani banjir di Wilayah IV Kabudaya.

Kawasan yang mencakup Kecamatan Lumbis, Lumbis Ogong, Lumbis Pansiangan, Lumbis Hulu, Sembakung, dan Sembakung Atulai tersebut rutin terdampak banjir luapan Sungai Sembakung yang mendapat kiriman debit air dari wilayah hulu di Sabah, Malaysia.

Kondisi ini membuat pola banjir di kawasan perbatasan tersebut cukup berbeda.

Hujan yang turun di wilayah Nunukan bukan satu-satunya faktor penentu, karena cuaca ekstrem di hulu Sungai Sembakung, yang berada di wilayah Malaysia, dapat meningkatkan debit air dan menyebabkan permukiman di sepanjang bantaran sungai terendam.

Pantauan Tinggi Muka Air 24 Jam

Situasi tersebut membuat warga tetap perlu waspada meski wilayah Nunukan sedang tidak diguyur hujan.

BPBD Nunukan pun meningkatkan pemantauan kondisi sungai, terutama melalui pengawasan tinggi muka air untuk mengantisipasi kenaikan debit yang dapat terjadi secara cepat.

Mitigasi Dimulai dari Rumah

Menghadapi ancaman banjir yang dapat datang dari hulu lintas negara, BPBD Nunukan mendorong masyarakat di wilayah rawan untuk tidak hanya menunggu informasi ketika kondisi sudah memburuk.

Warga diminta aktif mengikuti perkembangan cuaca dan informasi kebencanaan dari kanal resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Selain memantau informasi cuaca, masyarakat juga diimbau mengamankan dokumen penting dan barang berharga di tempat yang kedap air.

Saluran drainase di sekitar rumah juga perlu dibersihkan secara rutin agar aliran air tidak semakin terhambat ketika debit Sungai Sembakung meningkat.

Kolaborasi Jadi Kunci Hadapi Banjir

Karakter banjir di Wilayah IV Kabudaya menunjukkan bahwa mitigasi bencana tidak bisa hanya mengandalkan kondisi cuaca lokal.

Perubahan cuaca di wilayah hulu Sungai Sembakung di Sabah dapat berdampak langsung terhadap masyarakat di Nunukan, sehingga sistem peringatan dini dan pemantauan sungai menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko.

BPBD berharap sinergi antara arahan pemerintah pusat, kesiapan operasional pemerintah daerah, dan keterlibatan aktif masyarakat dapat terus diperkuat.

Dengan respons yang lebih cepat, potensi kerugian material maupun dampak terhadap aktivitas warga akibat banjir diharapkan dapat ditekan.

3 Poin Penting:

  • Wilayah IV Kabudaya menjadi salah satu tantangan utama BPBD Nunukan karena kerap terdampak luapan Sungai Sembakung dari hulu di Sabah, Malaysia.
  • BPBD melakukan pemantauan tinggi muka air selama 24 jam untuk mengantisipasi banjir, termasuk ketika Nunukan tidak mengalami hujan.
  • Warga diminta aktif melakukan mitigasi, mulai dari memantau informasi BMKG, mengamankan dokumen penting, hingga membersihkan drainase secara rutin.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

Rame 24 Jam

Rame Sepekan