Search

Garut Berduka, Aktor “Preman Pensiun” Encuy Meninggal Dunia

Senin, 8 September 2025

Nandi Juliawan (istimewa)

Aktor Nandi Juliawan, yang dikenal luas dengan nama perannya sebagai Encuy dalam sinetron populer Preman Pensiun, meninggal dunia pada Sabtu (6/9).

Pria berusia 32 tahun ini mengembuskan napas terakhir di rumahnya yang berlokasi di kawasan Karangpawitan, Garut, Jawa Barat.

Kabar duka ini dikonfirmasi oleh Kasat Reskrim Polres Garut, AKP Joko Prihatin. Menurut keterangan Joko, jasad Nandi pertama kali ditemukan oleh sang istri pada Sabtu malam setelah pulang dari berjualan.

Penemuan ini segera mengejutkan banyak pihak, terutama para penggemar setia sinetron yang dibintanginya.

Sosok di Balik Karakter Encuy

Nandi Juliawan, aktor yang mengawali kariernya di dunia hiburan lewat sinetron Preman Pensiun, baru bergabung pada musim keempat.

Ia memerankan karakter Encuy, seorang calo angkot dengan ciri khas topi pet yang ikonis. Peran ini membuatnya dikenal dan dicintai oleh banyak penonton.

Sebelum terjun ke dunia seni peran, Nandi diketahui pernah bekerja di sebuah kafe di Garut pada tahun 2014.

Ia bahkan sempat mendalami profesi sebagai barista dengan belajar secara autodidak, menggunakan sabun dan kopi bekas sebagai media latihannya.

Jejak Karier dan Bisnis

Selain Preman Pensiun, Nandi juga pernah membintangi sinetron lain, seperti Suparman Reborn. Dalam sinetron tersebut, ia memerankan tokoh Lukman, seorang mandor bangunan yang beradu akting dengan aktor senior Epy Kusnandar.

Nandi juga sempat merintis bisnis cireng isi pada tahun 2023, yang kabarnya cukup laris hingga menghabiskan ribuan cireng setiap pekannya.

Setelah ditemukan tak bernyawa, jenazah Nandi langsung dimakamkan pada malam hari itu juga.

Kematiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, rekan sesama artis, dan para penggemar yang telah mengikuti perjalanan kariernya.

Polisi Sampaikan Hasil Penyelidikan Awal

Kasat Reskrim Polres Garut, AKP Joko Prihatin, mengungkapkan bahwa saat ditemukan, Nandi sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan indikasi gantung diri.

Meskipun demikian, pihak keluarga menolak untuk dilakukan autopsi, sehingga penyebab pasti kematiannya tidak dapat diselidiki lebih lanjut.

Pihak kepolisian menghormati keputusan keluarga terkait proses tersebut.

Statement:

Kasat Reskrim Polres Garut, AKP Joko Prihatin

“Ditemukan pada Sabtu, (6/9) malam.”

“Pihak keluarga, kata Joko, juga keberatan dengan autopsi jenazah untuk bisa mengetahui lebih lanjut penyebab pasti kematiannya.”

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan