Ratusan pengemudi ojek online (ojol) bersama mahasiswa dijadwalkan akan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran hari ini, Rabu (17/9).
Aksi yang diinisiasi oleh Garda Indonesia ini menuntut pencopotan Menteri Perhubungan dan mendesak perubahan kebijakan yang dinilai tidak berpihak pada pengemudi.
Ketua Umum Garda Indonesia, Raden Igun Wicaksono, mengimbau masyarakat untuk mencari alternatif transportasi karena ribuan pengemudi akan mematikan aplikasi secara massal sebagai bentuk solidaritas.
Geruduk Tiga Lokasi Vital Pemerintahan
Rangkaian demonstrasi ini direncanakan dimulai pada pukul 11.00 WIB dari markas Garda di Cempaka Mas, Jakarta Pusat.
Massa kemudian akan bergerak menuju tiga lokasi vital pemerintahan. Aksi orasi pertama akan dilakukan di Istana Negara, dilanjutkan ke Gedung Kementerian Perhubungan, dan puncaknya di Gedung DPR/MPR sekitar pukul 12.00-13.00 WIB.
Pemilihan rute ini bertujuan untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pemangku kebijakan tertinggi.
Aliansi Kuat Ojol dan Mahasiswa
Igun Wicaksono menjelaskan, aksi ini tidak hanya melibatkan pengemudi ojol, tetapi juga didukung oleh aliansi kuat dari berbagai komunitas, termasuk mahasiswa dari BEM UI dan aliansi mahasiswa lainnya.
Sinergi ini menunjukkan semakin meluasnya kekecewaan terhadap kondisi yang ada.
Tuntutan Utama untuk Pemerintah
Dalam aksi ini, para demonstran membawa tujuh tuntutan utama.
Salah satunya adalah desakan kepada Kapolri Listyo Sigit Prabowo untuk mengusut tuntas tragedi 28 Agustus 2025, di mana seorang pengemudi ojol, Affan Kurniawan, tewas terlindas kendaraan taktis polisi.
Tuntutan lain yang menjadi sorotan adalah pencopotan Menteri Perhubungan Dudy Purwaghandi yang dinilai tidak becus mengelola sektor transportasi online.
Kebijakan yang Berpihak pada Perusahaan Aplikasi
Para pengunjuk rasa menilai Kemenhub di bawah kepemimpinan Dudy Purwaghandi telah mengalami kemunduran karena kebijakan yang muncul lebih berpihak pada perusahaan aplikasi (vendor driven policy).
Ia juga menuding Menteri Perhubungan telah menjadi “juru bicara” bagi perusahaan aplikasi, alih-alih berpihak pada rakyat.
Mematikan Aplikasi Sebagai Bentuk Solidaritas
Sebagai bentuk protes, sebagian besar pengemudi ojol akan mematikan aplikasi secara masif. Strategi ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan dan menarik perhatian publik serta pemerintah terhadap masalah yang dihadapi.
Selain itu, mereka juga menuntut RUU Transportasi Online masuk dalam Prolegnas 2025-2026, potongan aplikator maksimal 10%, regulasi tarif untuk barang dan makanan, audit potongan 5%, dan penghapusan sistem yang merugikan seperti Aceng, Slot, Multi Order, dan Member Berbayar.
Imbauan kepada Warga Jakarta
Mengingat skala aksi yang masif, Igun memberikan imbauan kepada warga Jakarta.
Aksi ini menjadi pengingat akan pentingnya dialog antara pemerintah, perusahaan, dan para pekerja yang menjadi tulang punggung ekonomi digital.
Statement:
Raden Igun Wicaksono, Ketua Umum Garda Indonesia
“Silakan masyarakat juga menilai apa prestasi konkret dari Menteri Perhubungan yang menjabat saat ini terhadap bangsa dan rakyat Indonesia secara umum, bahkan pada ekosistem transportasi online Menteri Perhubungan berlaku layaknya pengusaha bukan sebagai menteri.”

![Prabowo Subianto [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/hsXU1IwbJskKDgPz20260311081027-300x200.jpg)

![makan menu mbg [dok. Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/DXvKZCMXwL.jpeg-300x169.webp)