Search

TPA Bekasi Overload! Gunungan Sampah Burangkeng Kritis, Solusi TPST Cibitung Dikebut

Kamis, 27 November 2025

Gunungan Sampah (Teguh Priyambodo)

Guys, masalah sampah di kawasan Bekasi benar-benar sudah di level kritis! Dua titik utama penampungan—TPST Bantargebang dan TPA Burangkeng—lagi jadi sorotan karena volume sampah yang gila-gilaan melonjak.

Khususnya TPA Burangkeng di Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, kini menampung lebih dari 1,8 juta ton sampah!

Bayangin, sebanyak apa itu?

Padahal, dalam kondisi normal TPA Burangkeng cuma nerima 600700 ton sampah per hari. Tapi karena produksi sampah yang terus gak karuan seiring pertumbuhan populasi, banyak sampah gagal terangkut dan akhirnya nyampah di sungai, lahan kosong, atau jadi tempat pembuangan ilegal.

Warga pun udah capek ngeluh soal longsor sampah, pencemaran lingkungan, hingga lindi (leachate) yang jadi masalah klasik akibat metode open dumping di masa lalu.

Bupati Bekasi Nge-gas Proyek TPST Baru di Cibitung

Pemerintah Kabupaten Bekasi enggak tinggal diam dan langsung bergerak cepat. Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang, baru-baru ini menghadiri kick off meeting bersama Menteri PUPR buat menindaklanjuti nota kesepahaman pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) baru di Desa Kertamukti, Kecamatan Cibitung.

Sementara itu, di Burangkeng sendiri sedang dilakukan penataan ulang: perluasan lahan, pembangunan instalasi pengolahan air lindi, dan mulai ninggalin metode open dumping demi sistem berbasis teknologi seperti RDF (untuk mengolah sampah jadi bahan bakar).

Bantargebang Overload 55 Juta Ton, Risiko Kesehatan Mengintai

TPA Burangkeng, Bekasi (Teguh Priyambodo)

Masalahnya enggak cuma di Burangkeng. TPST Bantargebang (yang menerima sampah DKI) juga sudah kritis dengan tumpukan sampah mencapai sekitar 55 juta ton!

Volume harian yang masuk diperkirakan mencapai 7.5008.000 ton per hari di 2025. Parahnya, yang terolah baru sebagian kecil, sisanya tetap numpuk.

Dari dua lokasi ini, muncul risiko serius bagi warga sekitar: mulai dari longsor gunungan sampah, pencemaran air lindi, polusi udara, sampai masalah kesehatan.

Tren tahun 2024–2025 menunjukkan bahwa masalah sampah di kawasan Bekasi–Jakarta ini tetap memburuk jika enggak ada penanganan serius. Pemerintah dituntut buat ngebut transformasi: dari “menimbun” ke “mengolah & memanfaatkan”.

Harapan dari Hulu: Komunitas Tawarkan Insinerator Tanpa Asap

Di tengah krisis ini, harapan datang dari masyarakat sendiri. Kelompok masyarakat sudah mulai menawarkan kerja sama buat memusnahkan sampah di skala RW.

Posyantek Sapu, melalui sekretarisnya, sudah mengirimkan proposal pemusnah sampah dengan metode insinerasi (pembakaran) yang diklaim tanpa asap dan ramah lingkungan.

Bahkan, alat ini digadang mampu mengkonversi panas menjadi energi listrik dengan menambahkan Termal Elektrik Generator (TEG).

Ini membuktikan, solusi harus datang dari semua pihak!

Statement:

Ade Kuswara Kunang, Bupati Bekasi

“Hari ini kita memulai kick off meeting bersama Menteri PUPR untuk mempertegas MoU selama 18 bulan ke depan. Salah satu fokus utamanya adalah pembangunan fasilitas pengelolaan sampah terpadu di Kertamukti. Ini langkah penting untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah kita secara lebih modern dan terarah.”

Jajat Sudrajat, Sekretaris Pos Layanan Teknologi Samiya Pusti Upangga

“Kami sudah mengajukan proposal kepada Pemerintahan Desa Lambangsari sebagai pilot project-nya, karena mengatasi sampah harus dari hulu. Kami berharap proposal kami segera terealisasi dan bisa berjalan lancar tanpa hambatan.”

3 Poin Penting

  1. Kondisi Kritis TPA: TPA Burangkeng (overload $1,8$ juta ton) dan TPST Bantargebang ($55$ juta ton) berada dalam kondisi kritis akibat lonjakan sampah harian yang melampaui kapasitas pengolahan, memicu keluhan lingkungan dan kesehatan warga.

  2. Solusi TPST Baru dan RDF: Pemerintah Kabupaten Bekasi menindaklanjuti pembangunan TPST baru di Kertamukti (Cibitung) dan mulai meninggalkan metode open dumping di Burangkeng, beralih ke sistem berbasis teknologi seperti Refuse Derived Fuel (RDF).

  3. Inisiatif Komunitas dari Hulu: Solusi juga datang dari masyarakat, seperti proposal incinerator ramah lingkungan dari Posyantek Sapu yang mampu mengkonversi panas menjadi listrik, menunjukkan pentingnya penanganan sampah di tingkat hulu.

[get/man]

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan