Guys, Provinsi Banten tuh lagi ngadepin ancaman ganda lho! Gak cuma Gunung Anak Krakatau yang masih berada pada Level II (Waspada), tapi juga ancaman hidrometeorologi berupa cuaca ekstrem dan gelombang tinggi!
Ini bikin kesiapsiagaan wajib ditingkatin dobel!
Pelaksana tugas Kabid Humas Polda Banten, AKBP Meryadi, negasin kalau Polda Banten terus berkoordinasi sama PVMBG dan BMKG buat mastikan informasi akurat sampai ke masyarakat.
Waspada Kawah dan Waspada Pantai
Dari sisi Gunung Anak Krakatau, PVMBG tetap mengingatkan buat tidak mendekati radius 2 km dari kawah aktif, meski asap kawah terlihat berwarna putih tipis.
Ini tuh langkah pencegahan dini yang penting banget.
Sementara itu, dari sisi hidrometeorologi, BMKG udah ngasih peringatan dini gelombang sedang 1,25-2,5 meter di Selat Sunda dan Perairan Selatan Pandeglang/Lebak.
Warga pesisir dan nelayan wajib banget perhatiin keselamatan!
Siap Siaga SAR dan Tas Darurat
Untuk merespons ancaman ganda ini, Polda Banten udah menyiagakan personel di dua Posko Siaga Bencana yang dilengkapi peralatan SAR. Ini penting banget buat mempercepat respons kedaruratan.
Panduan keselamatannya juga jelas: memantau informasi BMKG, menyiapkan tas darurat, dan menunda aktivitas luar ruang saat hujan lebat.
Cuaca Dapat Berubah Cepat
Meryadi juga ngingetin kalau kondisi cuaca dapat berubah cepat. Makanya, warga diimbau tetap di dalam rumah kecuali untuk keperluan mendesak dan menghindari berteduh di bawah pohon atau tiang saat petir.
Antisipasi warga tuh kunci meminimalkan risiko!
Statement:
AKBP Meryadi, Pelaksana tugas Kabid Humas Polda Banten
“Kami mengingatkan warga pesisir, nelayan, dan wisatawan untuk memperhatikan keselamatan (terkait gelombang sedang).”
3 Poin Penting:
-
Ancaman Vulkanik dan Hidrometeorologi: Provinsi Banten menghadapi ancaman ganda dari Gunung Anak Krakatau (Level II Waspada) dan bencana hidrometeorologi (gelombang sedang 1,25–2,5 meter di Selat Sunda).
-
Kesiapsiagaan Polda Banten: Polda Banten menyiagakan personel SAR di dua Posko Siaga Bencana dan terus berkoordinasi dengan BMKG dan PVMBG untuk memastikan informasi akurat sampai ke masyarakat.
-
Mitigasi Aktif: Masyarakat wajib menyiapkan tas darurat, menunda aktivitas luar ruang, dan tidak mendekati radius 2 km dari kawah, sebagai bentuk pencegahan dini risiko kecelakaan.



