Guys, target PLTS 100 GW Indonesia dari Presiden Prabowo beneran bikin deg-degan! Meskipun ambisius, realisasinya terancam terhambat masalah duit.
Nah, di Konferensi Tingkat Tinggi Perubahan Iklim ke-30 (COP30), Presiden Brasil ngasih target gede: mobilisasi pembiayaan iklim USD1,3 triliun per tahun.
Ini jadi peluang emas buat Indonesia nembak dana buat proyek energi surya 100 gigawatt!
Laporan World Energy Outlook 2025 IEA emang bilang negara berkembang kayak kita punya potensi gede buat ngasilin energi terbarukan sampai 600 GW per tahun di 2035.
Kalau goals ini kecapai, penggunaan batu bara yang saat ini masih mendominasi permintaan listrik global bisa turun drastis.
Tapi, nyatanya, negara berkembang, termasuk Indonesia, susah banget dapat pembiayaan energi hijau karena Biaya Modal Energi Bersih di sini dua kali lebih tinggi dibanding negara maju!
Biaya Modal Sampai 12% Bikin Investor Jadi Mikir Dua Kali
Masalah Biaya Modal Proyek Energi yang tinggi ini tuh bikin pusing karena ngedorong kenaikan beban pembiayaan, otomatis imbal hasilnya jadi gak menarik buat investor.
Padahal, proyek energi bersih kayak PLTS itu butuh investasi gede di awal. Direktur Climate Policy Initiative, Tiza Mafira, ngasih peringatan keras: target mobilisasi pendanaan USD1,3 triliun gak bakal tercapai kalau biaya modal di negara berkembang gak turun.
Di Indonesia, Biaya Modal buat proyek energi bersih bisa mencapai 8–12%, dua kali lipat dari negara maju. Tiza Mafira blak-blakan bilang jika kita tidak menurunkan biaya modal untuk proyek energi bersih, maka target Presiden Prabowo untuk 100 GW PLTS dalam satu dekade akan sulit tercapai.
Makanya, di forum COP30 nanti, Pemerintah Indonesia wajib meyakinkan investor global bahwa energi terbarukan punya kepastian jangka panjang dan gak berisiko tinggi.
Jangan Cuma Slogan! Kebijakan dan Kredit Batu Bara Harus Diubah
Gak cuma soal duit, Reformasi Energi Terbarukan juga harus dibenahin dari sisi arsitektur kebijakan. Mulai dari instrumen penjaminan, insentif fiskal, sampai konsistensi regulasi di semua level.
Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudistira, tegas bilang kalau Indonesia harus merestrukturisasi aliran pendanaan buat mencapai Visi Surya 100 GW.
Solusi dari Bhima simple tapi nendang: Pemerintah harus ngalihin insentif fiskal, motong arus kredit ke PLTU batu bara, dan menurunkan risiko investasi energi terbarukan. Plus, integrasi program PLTS di pedesaan dan wilayah perbatasan itu urgent banget.
Dia ngingetin, mempertahankan energi fosil tuh cuma nyebabin kerugian ratusan triliun bagi kesehatan, ekonomi, dan lingkungan.
Statement:
Tiza Mafira, Direktur Climate Policy Initiative
“Jika kita tidak menurunkan biaya modal untuk proyek energi bersih, maka target Presiden Prabowo untuk 100 GW PLTS dalam satu dekade akan sulit tercapai,” kata Tiza dalam keterangan tertulisnya.
Bhima Yudistira, Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS)
“Tanpa langkah ini, target 100 GW PLTS hanya akan menjadi slogan, bukan game changer pertumbuhan ekonomi,” kata Bhima.
3 Poin Penting Tantangan PLTS 100 GW
-
Tantangan Biaya Modal Tinggi: Realisasi target PLTS 100 GW terhambat oleh biaya modal proyek energi bersih di Indonesia (8–12%) yang dua kali lipat lebih tinggi dibanding negara maju.
-
Solusi Kebijakan: Untuk menurunkan biaya modal, Indonesia harus melakukan reformasi kebijakan seperti menyediakan instrumen penjaminan, insentif fiskal, dan konsistensi regulasi.
-
Pengalihan Fokus Pendanaan: Pemerintah disarankan oleh CELIOS untuk mengalihkan insentif fiskal dan memutus arus kredit ke PLTU batu bara demi menurunkan risiko investasi energi terbarukan dan mencapai target surya 100 GW.
![menteri bahlil - kesepakatan dengan rusia [dok. kementrian esdm]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/ECTJkiQChS.jpeg-300x225.webp)
![PLN tutup PLTD [dok. PLN]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/202512241642-main.cropped_1766569344-300x169.jpg)
![mengambil alih lahan tambang ilegal [dok. instagram]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/Selasa-7-April-2026-Tim-Pengarah-Satuan-Tugas-Penertiban-Kawasan-Hutan-Satgas-PKH-meninjau-l-300x200.jpg)
![proyek geothermal [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/WhatsApp-Image-2025-08-29-at-2.25.44-PM-2000x1200-1-300x180.jpeg)