Jagat media sosial kembali dihebohkan oleh maraknya persebaran informasi palsu terkait ancaman bencana alam skala besar di wilayah Sumatra.
Unggahan yang viral di jejaring Facebook mengatasnamakan instruksi darurat dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Gubernur Lampung.
Narasi hoaks tersebut mengklaim bahwa Provinsi Lampung kini tengah berada dalam status “Siaga III” akibat gesekan lempeng tektonik yang memicu potensi gempa bumi dan tsunami.
Unggahan yang disebarkan oleh beberapa akun pengguna Facebook seperti “Mentary Kismawan” dan “Cinthya Shalsa Biella” itu menyebutkan adanya kenaikan air laut setinggi 20 sentimeter.
Tak hanya itu, narasi tersebut juga secara liar menginstruksikan aparat desa hingga kepolisian untuk menyiapkan jalur evakuasi, membunyikan tanda bahaya, serta meminta warga bersiap melarikan diri jika kenaikan air laut mencapai 50 sentimeter pada malam hari.

Hasil Penelusuran Fakta dan Evaluasi Resmi BNPB Terhadap Gunung Anak Krakatau
Guna memverifikasi kebenaran klaim menakutkan tersebut, hasil penelusuran fakta menunjukkan adanya manipulasi informasi yang disengaja oleh pihak tak bertanggung jawab.
Memang benar bahwa Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melacak peningkatan status aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) pada Level III (Siaga).
Namun, BNPB secara tegas membantah adanya potensi tsunami akibat aktivitas vulkanik terkini dari gunung tersebut.
Pihak Badan Geologi dan BNPB mengonfirmasi bahwa pertumbuhan tubuh Gunung Anak Krakatau yang terbentuk pascaerupsi dahsyat 2018 lalu masih tergolong relatif kecil.
Dengan demikian, evaluasi teknis membuktikan bahwa erupsinya tidak berpotensi memicu runtuhan tubuh gunung api dalam skala besar yang dapat menimbulkan gelombang tsunami di perairan Selat Sunda dan sekitarnya.
Bantahan Tegas BPBD Lampung dan Imbauan Saring Sebelum Sharing
Pemerintah Provinsi Lampung melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) secara resmi angkat bicara untuk meluruskan kesimpangsiuran berita bohong ini.
BPBD Lampung menegaskan bahwa pesan berantai mengenai ancaman gempa tektonik, kenaikan air laut 20 cm, serta instruksi evakuasi darurat tersebut 100% merupakan kabar bohong alias hoaks.
Baik BMKG maupun Pemprov Lampung tidak pernah merilis instruksi tersebut.
Masyarakat diimbau untuk tidak gampang panik dan selalu bersikap kritis dalam menerima setiap seliweran informasi bencana di platform digital.
BPBD mengajak warga untuk menerapkan prinsip “saring sebelum sharing” dan hanya mempercayai pembaruan kondisi iklim maupun geologi melalui kanal-kanal resmi pemerintah, seperti situs BMKG, BNPB, dan BPBD Provinsi Lampung.
Pentingnya Literasi Digital Masyarakat dalam Menghentikan Kepanikan Publik
Penyebaran hoaks kebencanaan di tengah situasi erupsi gunung berapi sangat berbahaya karena dapat memicu kepanikan massal serta kekacauan sosial di tengah masyarakat.
Tindakan tidak bertanggung jawab ini kerap dimanfaatkan oknum tertentu untuk mencari perhatian digital tanpa memikirkan kecemasan ribuan warga yang tinggal di kawasan pesisir.
Edukasi dan literasi media digital harus terus diperkuat agar publik makin bijak dalam memilah informasi yang shahih.
Dengan tidak ikut menyebarkan kabar burung yang belum jelas sumber validitasnya, masyarakat telah berkontribusi aktif dalam menjaga kondusivitas keamanan lingkungan serta membantu kerja tim penanggulangan bencana di lapangan.
Statement:
Rilis Resmi BPBD Provinsi Lampung
“Berdasarkan hasil konfirmasi instansi terkait, disampaikan bahwa informasi mengenai status Siaga III akibat kenaikan air laut dan potensi tsunami tersebut TIDAK BENAR / HOAKS.”
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi, tidak menyebarkan berita yang belum jelas sumbernya, dan selalu memastikan informasi melalui kanal resmi pemerintah, BMKG, serta BPBD Provinsi Lampung. Tetap tenang, waspada, dan saring sebelum sharing.”
Siaran Pers Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)
“Badan Geologi menyampaikan bahwa pertumbuhan tubuh Gunung Anak Krakatau yang terbentuk kembali pascaerupsi 22 Desember 2018 masih relatif kecil. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, aktivitas erupsi saat ini tidak berpotensi menyebabkan runtuhan tubuh gunung api dalam skala besar yang dapat memicu tsunami.”
3 Poin Penting:
-
Konfirmasi Hoaks Tsunami Lampung: Narasi viral di Facebook yang mengklaim BMKG dan Gubernur Lampung mengeluarkan status Siaga III tsunami akibat kenaikan air laut dipastikan 100% hoaks.
-
Penjelasan Teknis BNPB & Badan Geologi: Erupsi Gunung Anak Krakatau saat ini dipastikan tidak berpotensi memicu runtuhan material skala besar yang dapat menimbulkan tsunami di perairan Selat Sunda.
-
Imbauan Resmi BPBD: Masyarakat diimbau tetap tenang, tidak membagikan berita yang belum terverifikasi, serta memantau perkembangan bencana hanya dari kanal resmi BMKG dan BPBD.



