Warganet media sosial, khususnya pengguna Facebook, kembali dihebohkan oleh beredarnya informasi lowongan pekerjaan program Petani Milenial 2026.
Dalam poster yang beredar, pendaftaran program ini diklaim telah resmi dibuka oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan).
Unggahan bernada menggiurkan tersebut secara masif disebarkan oleh akun Facebook bernama “INFO LOKER 2026” dan “Update Indonesia” sejak akhir Agustus 2026.
Kedua unggahan tersebut sama-sama mencantumkan narasi bahwa program ini digagas guna mendongkrak minat generasi muda di sektor pertanian.
Kriteria yang dicantumkan meliputi lulusan SMA/SMK/D3/S1 untuk seluruh wilayah Indonesia dengan usia 21–45 tahun.
Yang paling menyedot perhatian warganet adalah iming-iming gaji fantastis mencapai Rp10 juta per bulan serta tautan pendaftaran khusus berbasis grup Telegram.

Modus Curi Data Pribadi dan Paksa Minta Kode OTP Telegram
Calon pendaftar yang tergiur nantinya diwajibkan mengeklik tautan yang mengarah pada laman pengisian data diri, seperti nama lengkap sesuai KTP dan nomor Telegram aktif.
Setelah data terisi, situs penipu tersebut secara mencurigakan meminta pengguna memasukkan kode OTP (One-Time Password) yang dikirimkan ke aplikasi Telegram mereka.
Modus ini merupakan trik klasik phishing untuk mengambil alih akun pribadi korban secara ilegal.
Berdasarkan hasil analisis keaslian tautan menggunakan tools UrlScan, terungkap fakta bahwa situs pendaftaran tersebut sama sekali tidak terafiliasi dengan jaringan domain resmi milik pemerintah (.go.id).
Domain asing dengan alamat w1.applly-now.online tersebut tercatat baru dibuat pada 18 Juli 2026 dengan masa berlaku singkat selama tiga bulan saja, yang mengindikasikan kuat sebagai situs kejahatan siber (phishing).
Bantahan Resmi Kementan dan Fakta Skema Penghasilan Petani Milenial
Menanggapi maraknya penipuan yang mencatut nama instansi, Kementerian Pertanian melalui akun Instagram resmi Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) menegaskan bahwa informasi pendaftaran yang beredar tersebut adalah hoaks alias tidak benar.
Kementan meminta masyarakat untuk selalu waspada dan tidak mudah percaya pada tautan maupun akun tidak resmi di luar situs pemerintah.
Pihak Kementan juga meluruskan klaim gaji tetap Rp10 juta yang diumbar pada poster hoaks tersebut.
Program Petani Milenial atau Brigade Pangan sejatinya merupakan pengelolaan usaha tani berbasis kewirausahaan bersama, sehingga tidak ada pemberian skema gaji tetap per bulan.
Pendapatan peserta murni bergantung pada hasil produktivitas dan pengelolaan usaha pertanian yang dijalankan secara mandiri.
Masyarakat Dimbau Selalu Verifikasi Informasi di Kanal Resmi
Fenomena berulangnya hoaks lowongan kerja ini menjadi peringatan keras bagi generasi muda agar lebih bijak dan kritis dalam menyaring informasi lowongan kerja di internet.
Modus penipuan berkedok rekrutmen abdi negara atau program pemerintah kerap memanfaatkan celah antusiasme pencari kerja muda yang menginginkan penghasilan tinggi secara instan.
Masyarakat diimbau untuk tidak pernah memberikan kode OTP, kata sandi, maupun data sensitif pribadi kepada pihak mana pun di platform digital.
Seluruh pengumuman resmi terkait program Petani Milenial maupun informasi publik Kementan hanya disampaikan secara transparan melalui situs resmi pertanian.go.id atau akun media sosial terverifikasi milik Kementerian Pertanian dan Dinas Pertanian daerah setempat.
Statement:
Pernyataan Resmi BPPSDMP Kementerian Pertanian RI (@bppsdmp)
“Waspada Penipuan! Banyak akun palsu yang menyebarkan informasi tidak benar tentang program Petani Milenial atau Brigade Pangan. Jangan mudah percaya pada link atau akun yang tidak resmi. Pastikan hanya mendapatkan informasi langsung dari website resmi Kementerian Pertanian atau Dinas Pertanian Daerahmu di pertanian.go.id.”
3 Poin Penting:
-
Informasi Lowongan Petani Milenial 2026 Adalah Hoaks: Unggahan pendaftaran Petani Milenial 2026 di Facebook yang mengumbar janji gaji Rp10 juta dipastikan hoaks dan bukan berasal dari Kementan.
-
Modus Penipuan Phishing OTP Telegram: Tautan pendaftaran palsu mengarahkan korban ke situs bodong w1.applly-now.online untuk mencuri data KTP serta menguras kode OTP Telegram pengguna.
-
Klarifikasi Skema Penghasilan Kementan: Kementan menegaskan tidak ada gaji tetap Rp10 juta untuk Petani Milenial karena bersifat wirausaha bersama, serta mengimbau publik mengecek informasi hanya di pertanian.go.id.





