Guys, drama merger antara dua raksasa digital Indonesia, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan Grab, kembali memanas! Kabar ini makin santer setelah Menteri Sekretaris Negara ikut bersuara.
Tapi, yang bikin penasaran, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) juga dikabarkan bakal terlibat dalam aksi korporasi super besar ini.
Chief Executive Officer Danantara, Rosan Roeslani, menanggapi kabar ini dengan santai banget. Sikap wait and see ini menunjukkan kalau proses merger ini memang enggak semudah swipe right di aplikasi kencan, ya!
Fokus Utama: B2B dan Cuan Harus Clear
Meskipun pemerintah sudah ngasih lampu hijau, Danantara ngasih catatan penting: faktor terpenting dalam merger ini adalah perhitungan bisnis ke bisnis (B2B).
Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, menegaskan bahwa aspek komersial dan keuntungan harus jadi prioritas.
Pandu juga mengaku bahwa Danantara pasti akan mendukung penggabungan kedua bisnis digital ini, asalkan dari sisi komersial juga menguntungkan.
Intinya, cuan di atas segalanya, bestie!
Status Tbk Bikin Mereka Harus Hati-hati
Pandu juga menyoroti status GOTO sebagai perusahaan terbuka (Tbk) di pasar modal. Meskipun masukan dari pemerintah itu baik dan perlu didengarkan, perhitungan bisnis antara GOTO dan Grab harus dilakukan secara ekstra hati-hati karena menyangkut kepentingan pemegang saham publik.
Maklum, kalau salah langkah, bisa-bisa harga saham langsung anjlok dan investor pun auto-panik.
GOTO Masih No Comment dan Patuh Regulasi
Sementara itu, pihak GOTO sendiri tetap cool dan menegaskan bahwa hingga saat ini, belum ada keputusan atau kesepakatan resmi terkait kabar merger dengan Grab.
Direktur Legal dan Group Corporate Secretary GOTO, R. A Koesoemohadiani, memastikan bahwa setiap langkah korporasi yang diambil GOTO akan selalu patuh terhadap peraturan perundang-undangan perusahaan publik.
GOTO juga berkomitmen untuk mendukung kebijakan pemerintah demi ekosistem digital yang efisien, adil, dan berkelanjutan bagi seluruh stakeholder (mitra, UMKM, dan konsumen).
Statement:
Rosan Roeslani, Chief Executive Officer Danantara
“Ya, itu kan mereka sedang berjalan dulu ya, biarkan dulu itu berjalan lah.”
Pandu Sjahrir, Chief Investment Officer (CIO) BPI Danantara
“Yang paling penting unsur B2B nya mereka harus ngikutin B2B… Karena yang penting juga dari sisi commercial return harus ada, dan kita juga harus menjaga itu.”
R. A Koesoemohadiani, Direktur Legal dan Group Corporate Secretary GOTO
“Setiap langkah yang diambil oleh GoTo akan senantiasa patuh terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi perusahaan publik, dengan tetap memprioritaskan penciptaan nilai jangka panjang bagi pemegang saham.”
3 Poin Penting
-
Syarat Commercial Return: BPI Danantara mendukung rencana merger GOTO dan Grab tetapi menekankan bahwa faktor terpenting adalah perhitungan bisnis ke bisnis (B2B) dan harus menghasilkan keuntungan (commercial return) yang terjamin.
-
Kehati-hatian Status Tbk: Danantara mengingatkan bahwa GOTO (dan Grab) berstatus perusahaan terbuka (Tbk), sehingga segala keputusan harus didasarkan pada perhitungan yang matang dan memprioritaskan kepentingan pemegang saham.
-
Belum Ada Keputusan Resmi: Pihak GOTO menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada kesepakatan atau keputusan resmi mengenai merger tersebut dan berkomitmen untuk patuh pada regulasi perusahaan publik sambil fokus pada penciptaan nilai jangka panjang.

![uang baru [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/iqbalstock-rupiah-7304261_1920-1-1200x675-1-300x169.webp)

![rupiah naik [dok. antara]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/Rupiah-Terdepresiasi-Dolar-AS-161213-YM-2-ab.jpg-300x174.webp)