Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (atau akrab disapa Kang Dedi), bikin keputusan penting soal Situs Gunung Padang!
Beliau minta situs megalitikum ini ditutup sementara buat umum selama proses pemugaran berlangsung. Alasannya simpel: biar aktivitas pemugaran bisa berjalan lancar tanpa gangguan, fokus, dan terhindar dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Permintaan ini disampaikan langsung di hadapan pejabat Kementerian Kebudayaan dan tim peneliti. Kunjungan itu sekaligus jadi penanda dimulainya pemugaran yang melibatkan ratusan peneliti multidisiplin dengan pemancangan batu di teras lima oleh KDM.
Warisan Peradaban: Pemerintah Wajib Sediakan Biaya Rekonstruksi
Menurut Dedi Mulyadi, Situs Gunung Padang itu bukan cuma tumpukan batu biasa. Situs ini adalah bukti peradaban dan penerapan teknologi canggih pada masa lampau yang dimiliki oleh nenek moyang kita.
Makanya, Pemerintah punya kewajiban penuh buat memelihara serta bertanggung jawab penuh atas pemugaran atau rekonstruksi warisan berharga ini.
Soal biaya, KDM gak mau ambil pusing. Dia mendesak agar dana pemugaran ini wajib tersedia.
Restu Merespons: Penutupan Akan Dikaji Bareng Tim Peneliti
Direktur Jenderal Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan, Restu Gunawan, langsung merespons usulan penutupan situs dari KDM.
Restu mengatakan kalau usulan itu akan dikomunikasikan lebih dulu dengan tim peneliti. Sebab, keputusan penutupan membutuhkan mekanisme dan tahapan yang jelas.
Ini nunjukin adanya koordinasi antara Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat dalam mengelola warisan sejarah penting ini.
Urgensi Legacy: Model Piramida Punden Berundak Tertua
Kenapa pemugaran Situs Gunung Padang ini sepenting itu? Restu Gunawan menjelaskan bahwa situs ini adalah salah satu model piramida punden berundak yang usianya cukup tua berdasarkan hasil riset.
Karena itu, pemugaran ini dianggap urgent banget.
Intinya, pemugaran ini bukan hanya perbaikan fisik, tapi juga penegasan bahwa Indonesia memiliki peradaban kuno yang luar biasa.
Statement:
Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat
“Kami minta tutup saja dulu selama pemugaran… Mudah-mudahan biayanya tersedia. Kalau tidak tersedia, harus disediakan. Saya pikir melalui APBN, APBD provinsi, dan kabupaten, jika bersama-sama, kita bisa merekonstruksi Gunung Padang ini.”
3 Poin Penting:
-
Gubernur Dedi Mulyadi mengusulkan penutupan sementara Situs Gunung Padang selama proses pemugaran dilakukan, agar aktivitas berjalan lancar dan fokus tanpa gangguan.
-
Pemugaran ini dianggap kewajiban pemerintah untuk merekonstruksi situs sebagai bukti peradaban masa lampau, dengan dana diharapkan berasal dari APBN, APBD provinsi, dan kabupaten secara bersama-sama.
-
Kementerian Kebudayaan menyatakan usulan penutupan akan dikaji bersama tim peneliti karena urgensi pemugaran Situs Gunung Padang sebagai model piramida punden berundak tertua di Indonesia.


