Jaga Ketahanan Energi Nasional: PHE Sukses Tembus Produksi 1 Juta Barel Per Hari

Selasa, 3 Februari 2026

Kilang PHE (PHE)

PT Pertamina Hulu Energi (PHE) baru saja merilis rapor kinerja mereka sepanjang tahun 2025 dengan hasil yang cukup bikin bangga. Subholding Upstream Pertamina ini sukses mencatatkan produksi minyak dan gas bumi (migas) sebesar 1,03 juta barel setara minyak per hari (BOEPD).

Angka fantastis ini merupakan gabungan dari produksi minyak sebesar 557 ribu barel per hari (bph) serta gas bumi yang mencapai 2,76 miliar standar kaki kubik per hari (BSCFD).

Meski ada penurunan tipis dibanding realisasi tahun 2024 yang ada di angka 1,045 juta BOEPD, performa PHE tetap stabil di tengah tantangan industri yang makin dinamis.

Fokus perusahaan kini bukan cuma soal angka produksi harian, tapi juga bagaimana menjaga keberlanjutan energi nasional lewat berbagai proyek strategis dan eksplorasi sumur-sumur baru yang punya potensi besar di masa depan.

Agresivitas Eksplorasi dan Penemuan Cadangan Migas Baru

Sepanjang tahun 2025, PHE benar-benar “ngegas” dalam melakukan pemboran eksploitasi sebanyak 886 sumur dan kegiatan well service yang mencapai 37.259 pekerjaan.

Tak berhenti di situ, urusan mencari “harta karun” energi juga dilakukan lewat survei seismik 2D sepanjang 2.931 kilometer serta pemboran eksplorasi di 20 sumur.

Hasilnya pun nggak main-main, mereka berhasil menemukan sumber daya migas kategori 2C sebesar 1.097 juta barel setara minyak (MMBOE).

Kontribusi paling besar datang dari sumur Migas Non-Konvensional (MNK) di area Aman Trough, Wilayah Kerja (WK) Rokan. Penemuan ini menjadi bukti bahwa inovasi teknologi yang dilakukan oleh para “Perwira” Pertamina mulai membuahkan hasil manis.

Penambahan cadangan terbukti (P1) juga tercatat sebesar 313,7 MMBOE, yang artinya stok energi kita untuk masa depan masih dalam kondisi yang cukup aman dan terkendali.

Inovasi Teknologi MSF dan Rekor Produksi di Lapangan Tua

Salah satu kunci sukses PHE bertahan di tengah penurunan alami produksi lapangan tua adalah penerapan teknologi canggih. PHE menjadi pionir di Indonesia dalam menerapkan teknologi Multistage Fracturing (MSF) pada sumur KB525 dan KB570 di WK Rokan.

Teknologi ini terbukti ampuh menekan laju penurunan produksi sekaligus mengoptimalkan potensi minyak yang selama ini sulit untuk diambil dengan cara konvensional.

Keberhasilan ini juga dibarengi dengan rekor produksi tertinggi di Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 Regional Sumatera yang menyentuh angka 30 ribu barel minyak per hari (BOPD).

Proyek strategis lainnya yang sudah onstreamseperti Proyek Sisi Nubi dan Lapangan Gas Senoro Selatan turut memperkuat fondasi energi nasional. Ini membuktikan bahwa kolaborasi antara mitra kerja dan inovasi internal adalah formula maut untuk mengamankan kebutuhan energi rakyat.

Optimisme Tahun 2026 dan Target Produksi yang Melampaui Target

Menutup akhir tahun 2025, prestasi gemilang kembali datang dari sumur eksplorasi PPC-01 di Jambi Merang. Realisasi produksinya sukses melampaui target awal, yakni mencapai 451,42 BOPD dari target 400 BOPD.

Tren positif ini diharapkan bisa terus berlanjut di tahun 2026 melalui proyek Put on Production and Exploration (POPE) di berbagai sumur strategis seperti Astrea dan Akasia Prima yang sudah masuk dalam radar pengembangan.

PHE berkomitmen untuk terus menggali potensi migas Indonesia dari berbagai aspek, baik melalui optimalisasi lapangan yang sudah ada maupun percepatan proyek-proyek baru.

Dengan fokus pada efisiensi dan operasional yang berkelanjutan, Pertamina optimistis bisa terus mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui ketersediaan energi yang stabil.

Langkah berani ini menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia siap menghadapi tantangan energi global dengan kemandirian yang mumpuni.

Statement:

Hermansyah Y Nasroen, Corporate Secretary Subholding Upstream Pertamina

“Pencapaian produksi dan penambahan cadangan ini mencerminkan komitmen kami untuk terus menjaga keberlanjutan energi nasional. Di tengah tantangan industri, kami tetap fokus pada optimalisasi lapangan, percepatan proyek strategis, dan peningkatan kinerja eksplorasi.”

3 Poin Penting:

  • PHE mencatatkan produksi migas stabil sebesar 1,03 juta BOEPD sepanjang tahun 2025 dengan kontribusi signifikan dari minyak dan gas bumi.

  • Penemuan sumber daya baru sebesar 1.097 MMBOE di area Aman Trough WK Rokan menjadi tonggak penting dalam penguatan cadangan migas nasional.

  • Pertamina menjadi pionir penerapan teknologi Multistage Fracturing (MSF) di Indonesia guna mengoptimalkan produksi di lapangan-lapangan tua.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam Terakhir

Sepekan Terakhir