Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, masih terus berlangsung sengit hingga hari kedelapan, Senin (10/8/2026).
Amukan si jago merah dilaporkan kembali membesar di kawasan Puncak 30, Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo.
Kondisi angin dan cuaca kering membuat titik api yang tadinya berukuran kecil mendadak berkobar hebat dan membakar vegetasi lahan serta hutan di area perbukitan tersebut.
Eskalasi kebakaran di hari kedelapan ini menjadi perhatian serius seluruh elemen yang terlibat dalam operasi penyelamatan lingkungan TNBTS.
Kebakaran yang telah berlangsung lebih dari sepekan ini membutuhkan kesiapan ekstra serta strategi pemadaman yang makin canggih.
Pihak berwenang bersama personel gabungan terus bersiaga penuh di lapangan guna mengisolasi pergerakan api agar tidak makin meluas menyerang kawasan ekosistem penting lainnya.
Strategi Pemadaman Kombinasi Darat dan Udara Digencarkan
Mengatasi medan terjal yang sulit dijangkau, tim gabungan menerapkan metode pemadaman komprehensif lewat jalur darat maupun udara.
Personel darat berjibaku secara manual menggunakan gebyok dan ranting pohon untuk memadamkan bara api, serta mengoperasikan armada truk tangki guna menyemprotkan air ke titik terdekat.
Tak hanya cara konvensional, inovasi teknologi mutakhir seperti drone water spray juga diterjunkan untuk menjangkau celah-celah titik api yang berbahaya dan sulit diakses manusia.
Sementara itu, gempuran dari udara (water bombing) dimaksimalkan dengan mengerahkan tiga unit helikopter khusus.
Pengerahan armada udara ini difokuskan untuk menyiramkan ribuan liter air tepat di atas titik-titik api utama yang berada di tebing dan lereng curam.
Kolaborasi teknologi canggih dan perjuangan personel fisik ini diharapkan dapat mempercepat proses pemadaman secara total di seluruh wilayah terdampak TNBTS.
Sebaran Api Terus Dipantau di Dua Titik Utama Kawasan TNBTS
Berdasarkan hasil pantauan udara dan lapangan hingga Senin sore, sebaran karhutla TNBTS terfokus pada dua titik rawan.
Selain kobaran api yang kembali membesar di Puncak 30 Kabupaten Probolinggo, tim pemadam juga tengah berjuang keras mengendalikan titik kebakaran di kawasan Dengklek, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan.
Petugas gabungan di kedua wilayah tersebut terus melakukan penanganan simultan agar api tidak saling menyambung.
Dampak dari karhutla berkelanjutan ini terbilang sangat masif terhadap kelestarian alam Gunung Bromo. Data terbaru mencatat bahwa kebakaran hutan dan lahan selama delapan hari terakhir telah menelan dan merusak kurang lebih 520 hektare kawasan TNBTS.
Angka kerusakan yang cukup luas ini menjadikan pemadaman total sebagai prioritas paling mendesak bagi seluruh pemangku kepentingan.
Sterilisasi Kawasan dan Penutupan Empat Pintu Masuk Wisata Bromo
Demi mendukung kelancaran operasi tim pemadam serta menjamin keselamatan jiwa masyarakat, otoritas setempat mengambil tindakan tegas dengan menutup total seluruh akses menuju Bromo.
Empat jalur masuk utama dari Kabupaten Malang, Lumajang, Pasuruan, hingga Probolinggo dipastikan ditutup rapat bagi aktivitas umum dan wisatawan sampai batas waktu yang belum ditentukan.
Pemerintah secara intensif mengimbau masyarakat luas maupun wisatawan untuk tidak nekad menembus atau memaksakan diri masuk ke kawasan yang masih terbakar.
Penutupan menyeluruh ini dilakukan agar armada pemadam dapat bergerak bebas tanpa terganggu lalu lintas wisatawan. Publik diminta bersabar menunggu pernyataan resmi hingga seluruh area TNBTS dinyatakan benar-benar aman dan kondusif.
Statement:
Oemar Sjarief, Kepala BPBD Kabupaten Probolinggo
“Sebelumnya titik api di Puncak 30 relatif kecil, tetapi pada Senin pagi kobaran api membesar dan membakar kawasan lahan dan hutan setempat. Petugas gabungan terus melakukan upaya pemadaman kebakaran Bromo untuk mengendalikan kobaran api agar tidak semakin meluas, baik dari darat maupun udara. Petugas terus melakukan upaya pemadaman api yang masih ada hingga benar-benar padam.”
3 Poin Penting:
-
Eskalasi Kebakaran Hari Kedelapan: Api kembali membesar pada Senin (10/8/2026) pagi di kawasan Puncak 30 Probolinggo dan kawasan Dengklek Pasuruan, menambah total luas area terbakar mencapai 520 hektare.
-
Operasi Pemadaman Canggih: Tim gabungan mengerahkan pemadaman darat (gebyok dan truk tangki), teknologi drone water spray, serta 3 helikopter water bombing untuk menembus titik api terjal.
-
Penutupan Total Akses Wisata: Seluruh pintu masuk kawasan wisata Bromo dari 4 kabupaten ditutup total demi keselamatan pengunjung dan kelancaran taktis tim pemadam kebakaran.



