Search

Langkah Strategis PTDI Pindah ke Kertajati, Siap Terbangkan Ekosistem Dirgantara Nasional Lebih Tinggi

Jumat, 17 Juli 2026

Bandara Kertajati (Arsip CNN Indonesia)

Kabar gembira datang untuk industri penerbangan tanah air seiring dengan langkah strategis pemerintah yang siap memindahkan seluruh kegiatan operasional PT Dirgantara Indonesia (PTDI) ke Bandara Kertajati di Majalengka, Jawa Barat.

Langkah besar ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) resmi antara PTDI dan PT Bandar Udara Internasional Jawa Barat (BIJB).

Melalui kolaborasi ini, Bandara Kertajati diproyeksikan bertransformasi total menjadi pusat ekosistem dirgantara nasional yang jauh lebih modern dan kompetitif.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa pemindahan operasional ini merupakan bagian integral dari visi jangka panjang pemerintah.

Upaya ini sengaja dirancang demi mengoptimalkan kapasitas infrastruktur wilayah Majalengka sekaligus menyulap kawasan tersebut menjadi Aerospace Industrial Zone yang sangat diperhitungkan di kancah internasional.

Kertajati Menjadi Solusi Ruang dan Integrasi Logistik Global

Keputusan pemindahan operasional ini bukan tanpa alasan, sebab Kota Bandung yang selama ini menjadi rumah bagi PTDI dinilai sudah terlampau padat untuk aktivitas manufaktur berat.

Kertajati menawarkan keuntungan geografis yang luar biasa berkat ketersediaan lahan yang luas serta konektivitas yang terintegrasi langsung dengan berbagai kawasan industri utama seperti Bekasi, Karawang, Purwakarta, hingga Pelabuhan Patimban dan wilayah Jawa Tengah.

Nantinya, fasilitas lawas PTDI yang berada di Bandung tidak akan ditinggalkan begitu saja, melainkan dialihfungsikan secara optimal menjadi pusat riset, inovasi, dan pengembangan teknologi tingkat lanjut.

Struktur ini membuat pembagian kerja menjadi lebih fokus, di mana proses riset tetap berjalan di Bandung, sementara seluruh eksekusi perakitan dan operasional masif akan berpusat sepenuhnya di Kertajati.

Mengatasi Keterbatasan Fasilitas Uji Terbang Demi Keselamatan

Direktur Utama PTDI, Gita Amperiawan, memaparkan bahwa keterbatasan infrastruktur di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, yang dikelilingi permukiman padat penduduk menjadi salah satu kendala utama keselamatan kerja.

Karakteristik landasan pacu di Bandung yang hanya sepanjang 2.400 meter dinilai kurang ideal dan berisiko tinggi untuk pelaksanaan uji terbang perdana pesawat baru hasil inovasi mandiri perusahaan.

Dengan beralih ke Kertajati, PTDI kini memiliki akses langsung ke landasan pacu sepanjang 3 kilometer yang memenuhi standar internasional untuk pengujian pesawat maupun pesawat tanpa awak (UAV MALE).

Selain aspek keselamatan penerbangan yang meningkat drastis, keberadaan fasilitas baru ini juga memotong rantai logistik pengiriman komponen ke pelanggan global seperti Airbus dan Boeing, yang sebelumnya harus dikirim via darat ke Jakarta terlebih dahulu.

Agustus 2026 Menjadi Target Awal Operasional Transisi Produksi

Manajemen PTDI menargetkan pemanfaatan lahan baru di Kertajati ini dapat segera dimulai pada Agustus 2026 guna mengejar target kesiapan armada pesawat TNI pada Oktober 2026.

Rencana pengembangan jangka panjang di kawasan seluas 150 hingga 200 hektare ini akan mencakup empat portofolio bisnis utama perusahaan, mulai dari manufaktur pesawat, perawatan komersial (MRO), aerostructure, hingga rekayasa teknologi engineering services.

Pada fase pamungkas, seluruh lini produksi pesawat unggulan seperti N219 akan dipindahkan secara bertahap ke Majalengka demi memenuhi lonjakan permintaan baik dari sektor militer maupun penerbangan komersial domestik.

Transformasi ini diharapkan mampu mengukuhkan posisi Indonesia sebagai pemain utama dalam rantai pasok industri kedirgantaraan global di masa depan.

Statement:

Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan

“Tadi kami menyaksikan sebuah penandatanganan MOU antara PTDI dan PT BIJB sebagai bagian dari komitmen bersama untuk bisa mengembangkan Kertajati, area Kertajati, menjadi kawasan yang menjadi salah satu hub industri kedirgantaraan.”

Gita Amperiawan, Direktur Utama PTDI

“Setelah kami produksi, kami harus bawa ke Jakarta untuk diterbangkan. Itu besar-besar kontainer yang panjang-panjang. Besok di Kertajati, kami tidak perlu itu lagi. Karena dari Kertajati bisa kita antarkan langsung ke end-user kami di luar.”

3 Poin Penting:

  • Transformasi Kertajati: Bandara Kertajati resmi dikembangkan menjadi kawasan industri kedirgantaraan nasional (Aerospace Industrial Zone) melalui sinergi strategis antara PTDI dan PT BIJB.

  • Optimalisasi Infrastruktur & Keselamatan: Kegiatan operasional manufaktur dan uji terbang dipindahkan ke Kertajati karena keterbatasan landasan pacu di Bandung, sedangkan fasilitas Bandung difokuskan menjadi pusat riset dan inovasi.

  • Efisiensi Logistik Global: Pemindahan ini memangkas jalur logistik ekspor komponen pesawat langsung ke end-user global (Airbus & Boeing) tanpa harus transit melalui jalur darat ke Jakarta.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan