Pembalap World Superbike (WSBK), Alvaro Bautista, mengindikasikan bahwa masa depannya bersama Ducati masih terbuka, meskipun tim pabrikan Aruba.it Ducati telah memutuskan untuk tidak melanjutkan kontraknya dengan kondisi yang sama untuk musim 2026.
Situasi ini muncul di tengah ketidakpastian bursa pembalap dan performa naik-turun Bautista di seri WorldSBK. Demikian seperti ditulis Crash.
Kronologi Masalah Kontrak
Bautista menjelaskan bahwa kontraknya untuk musim 2025 dan 2026 memiliki klausul yang memungkinkan kedua belah pihak untuk berpisah.
Ia mengakui bahwa Ducati telah memutuskan untuk tidak mempertahankan kondisi kontrak yang sama untuk dua tahun ke depan.
Namun, pembalap berusia 40 tahun ini menegaskan bahwa pintu bagi dirinya untuk tetap bersama pabrikan asal Italia itu belum tertutup sepenuhnya.
Bautista Siap Terima Kondisi Baru
Bautista juga menyatakan bahwa ia telah menerima kondisi sebagai juara dunia dua kali yang “mungkin terlalu rendah” hanya karena ia ingin terus membalap.
Ia menambahkan bahwa manajernya, Simone, sedang bekerja keras untuk menemukan solusi, dan ia berharap ada kabar baik dalam waktu dekat.
Persaingan di Tim Pabrikan
Di tengah ketidakpastian ini, rekan setimnya, Nicolo Bulega, telah menandatangani kontrak baru. Sementara itu, kursi kosong di tim pabrikan Ducati masih belum terisi.
Beberapa pembalap lain, seperti Danilo Petrucci dan Andrea Iannone, juga dikaitkan dengan rumor kepindahan atau bahkan pensiun.
Performa Bautista di Balaton Park
Kondisi Bautista semakin rumit setelah penampilannya yang tidak konsisten di WorldSBK Hungaria. Ia berhasil meraih podium di Race 1, namun mengalami kecelakaan di Race 2.
Bautista mengakui bahwa ia merasa seperti “penumpang” di beberapa lap awal dan kecelakaan itu kembali memperlebar jaraknya di klasemen kejuaraan.
Statement:
Alvaro Bautista
“Masalahnya, ini bulan Agustus, jadi tidak ada yang bekerja, dan sulit untuk berbicara dengan orang-orang!”
“Mereka tidak pernah bilang tidak menginginkan saya, dan saat itu Ducati bilang, ‘Tunggu, karena kami belum punya keputusan soal pembalap’. Pintunya belum tertutup.”
“Memang benar saya menerima kondisi sebagai Juara Dunia dua kali yang mungkin terlalu rendah, tapi saya menerimanya karena saya ingin balapan.”
“Rasanya, ketika kami memperkecil jarak dengan posisi ketiga di Kejuaraan, kami mengalami kecelakaan atau insiden yang memperlebar jarak!”

![Aldi Satya Mahendra [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/pebalap-indonesia-aldi-satya-mahendra-1_169-300x169.jpeg)
![Nicolo Bulega [motogp]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/Bulega.jpg-300x169.webp)
