Search
Search
Search

Mirip Ritual Pemuja Setan! Karnaval SKNC 2026 Pekalongan Berujung Kontroversi Mencekam

Senin, 14 September 2026

SKNC 2026 (ist)

Ajang Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) 2026 di Desa Simbang Kulon, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, Kamis (10/9/2026) malam, mendadak jadi sorotan panas hingga memicu kontroversi besar.

Acara yang mulanya digagas untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus memeriahkan ajang khitanan massal tersebut justru memanen banjir kecaman dari publik.

Pasalnya, karnaval yang diikuti oleh 25 tim kreasi tersebut mendadak viral di media sosial usai menyuguhkan visual serta pertunjukan ekstrem yang dinilai publik menyerupai ritual pemuja setan.

Gelombang kemarahan netizen bermula tatkala rekaman video penampilan salah satu kelompok peserta beredar luas di berbagai platform digital.

Alih-alih menghadirkan nuansa religius Islam yang menyejukkan, panggung jalanan malam itu justru dipenuhi ornamen gelap yang sangat lekat dengan simbol okultisme.

Para penonton yang hadir disuguhi pertunjukan teatrikal unik sekaligus menyeramkan yang menampilkan altar berornamen menyerupai Sigil of Baphomet, lengkap dengan simbol pentagram terbalik, aksara Ibrani, hingga penggunaan kostum-kostum bernuansa Mencekam.

Atraksi Ekstrem Penyembelihan Kambing dan Kabar Duka Pengisi Acara

Puncak adegan yang memicu istighfar berjemaah dari para pengunjung adalah aksi penyembelihan kambing secara langsung di atas altar berlilin.

Dalam adegan tersebut, seekor kambing sungguhan dieksekusi oleh peserta di tengah jalannya pawai. Berdasarkan informasi yang dihimpun, proses penyembelihan lapangan tersebut dilakukan tanpa sampai memutus bagian kepala hewan.

Namun, peserta kemudian mengangkat potongan kepala kambing yang tampak bersimbah darah ke hadapan publik, di mana potongan kepala berdarah tersebut rupanya dibeli terpisah dari pasar dan sengaja diwarnai cipratan darah untuk memperkuat efek horor.

Sorotan terhadap perhelatan SKNC 2026 semakin bereskalasi tinggi usai kabar duka menyelimuti salah satu pengisi acara tersebut.

Ahmad Faiz (40), warga Simbang Kulon yang menjadi talent dalam karnaval, dilaporkan meninggal dunia pada Jumat (11/9/2026) sekitar pukul 04.00 WIB, hanya beberapa jam usai meramaikan pawai.

Almarhum diketahui sempat tampil mengitari sepanjang rute karnaval sembari mengenakan kostum megah dengan bobot beban mencapai kurang lebih 15 kilogram.

Beralih dari Spekulasi Mistis hingga Aksi Kriminal Pengeroyokan

Kematian almarhum Ahmad Faiz sempat memicu beragam spekulasi mistis dan langsung dikait-kaitkan netizen dengan nuansa ritual satanik dalam acara tersebut.

Namun, dugaan liar tersebut langsung ditepis tegas oleh pihak keluarga. Keluarga menjelaskan bahwa usai acara almarhum telah melepas kostum dan berada di rumah dalam kondisi hendak beristirahat.

Diduga kuat almarhum mengalami kelelahan fisik yang sangat hebat serta sempat mengalami kesulitan bernapas tatkala menopang kostum berat selama acara berlangsung.

Noda dalam perhelatan karnaval malam itu semakin diperparah oleh aksi kekerasan jalanan di tengah kerumunan massa yang memadati lokasi.

Dua orang pedagang sosis keliling asal Purbalingga, Gita Firmansyah dan adiknya Iqbal Raihan, menjadi korban pengeroyokan sejumlah oknum saat berupaya menerobos kemacetan demi mengadu nasib menjajakan dagangan mereka.

Klarifikasi Tegas Pihak Keluarga dan Respons Panitia Penyelenggara

Rekaman aksi penganiayaan brutal tersebut beredar luas di media sosial dan korban telah secara resmi melaporkan kejadian traumatik itu ke Polsek Buaran untuk diproses hukum.

Menanggapi insiden pengeroyokan yang mencoreng jalannya acara, panitia penyelenggara SKNC 2026 langsung angkat suara untuk memberikan konfirmasi.

Pihak panitia menegaskan bahwa para pelaku tindakan kriminal dalam video viral tersebut sama sekali bukan bagian dari panitia maupun peserta resmi karnaval.

Keluarga almarhum Ahmad Faiz juga memohon dengan sangat agar masyarakat tidak berspekulasi sembarangan serta bersedia menghapus rekaman video yang melibatkan almarhum demi menjaga nama baik dan privasi keluarga yang ditinggalkan.

Panitia penyelenggara dan pihak kepolisian kini terus berkoordinasi untuk menuntaskan kasus pengeroyokan serta mengevaluasi total pelaksanaan acara agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.

Statement:

Perwakilan Keluarga Ahmad Faiz

“Kami sangat berharap privasi dan nama baik almarhum dapat dihormati. Mohon jangan menambah kesedihan keluarga dengan menyebarkan berita yang belum tentu kebenarannya. Jika memang tidak mengetahui kejadian yang sebenarnya, kami mohon untuk tidak membuat kesimpulan atau menyebarkan cerita yang dapat merugikan nama baik almarhum.”

Saiful Majid, Perwakilan Panitia SKNC 2026

“Pihak yang melakukan kekerasan dalam video tersebut bukan merupakan peserta maupun panitia SKNC 2026.”

3 Poin Penting:

  • Kontroversi Atraksi Ekstrem: Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) 2026 di Pekalongan mendadak viral dan menuai kecaman akibat menyuguhkan pertunjukan berornamen okultisme dan atraksi penyembelihan kambing di jalanan.

  • Klarifikasi Kematian Talent: Pihak keluarga menepis spekulasi mistis atas meninggalnya talent Ahmad Faiz (40), serta mengonfirmasi almarhum meninggal akibat kelelahan fisik usai menopang kostum seberat 15 kilogram.

  • Kriminalitas di Luar Acara: Dua pedagang sosis keliling menjadi korban pengeroyokan oknum massa, namun panitia SKNC 2026 menegaskan para pelaku bukan bagian dari panitia maupun peserta resmi.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

Rame 24 Jam

Rame Sepekan