Nekat Muncak Demi Vibes Tahun Baru, Enam Mahasiswa Tersesat di Gunung Salunga, NTB

Sabtu, 3 Januari 2026

Gunung NTB (ist)

Malam pergantian tahun 2026 yang seharusnya penuh kegembiraan berubah menjadi momen mencekam bagi enam orang mahasiswa di Kabupaten Bima, NTB.

Alih-alih merayakan euforia di puncak Gunung Salunga, mereka justru terjebak dan tersesat di tengah hutan yang lebat.

Kejadian ini bermula saat rombongan yang terdiri dari tiga laki-laki dan tiga perempuan ini memulai pendakian sekitar pukul 20.00 WITA melalui jalur Desa Mbawa, Kecamatan Donggo.

Kondisi medan yang asing ditambah minimnya penerangan membuat situasi cepat berubah menjadi horor.

Niat hati ingin menikmati view lanskap Bima yang estetik dari ketinggian, mereka malah kehilangan arah di tengah kegelapan malam.

Beruntung, informasi mengenai keberadaan mereka segera tersebar melalui grup WhatsApp (WAG) warga, sehingga upaya pencarian bisa segera dikoordinasikan oleh tokoh pemuda setempat.

Terjebak Gelap Gulita Hingga Evakuasi Menjelang Fajar

Proses penyelamatan keenam mahasiswa ini nyatanya tidak semudah membalikkan telapak tangan. Irmansyah, Ketua Karang Taruna Desa Mbawa, yang turun langsung ke lokasi mengungkapkan bahwa kondisi hutan yang gelap gulita menjadi kendala utama.

Tim evakuasi harus ekstra hati-hati menyisir jalur pendakian yang curam dan licin di tengah malam buta demi menemukan posisi para pendaki yang sudah mulai panik tersebut.

Karena risiko keamanan yang tinggi, para pendaki baru bisa dipandu keluar dari kawasan hutan saat fajar mulai menyingsing. Mereka akhirnya berhasil sampai di pemukiman warga pada pagi hari Kamis, 1 Januari 2026.

Meskipun fisik mereka dalam keadaan selamat, raut trauma dan kelelahan yang luar biasa tampak jelas dari wajah para mahasiswa tersebut setelah semalaman bertaruh nyawa di tengah hutan.

Salah Jalur Akibat Sok Tahu dan Minim Persiapan

Gunung Salunga memang dikenal sebagai spot favorit bagi para pendaki lokal karena menawarkan pemandangan megah, bahkan kabarnya Gunung Tambora bisa terlihat jelas dari puncaknya.

Namun, keindahan itu justru menjadi bumerang bagi mereka yang mendaki tanpa persiapan matang. Diketahui, rombongan ini nekat muncak hanya mengandalkan ingatan salah satu anggota yang mengaku pernah mendaki gunung tersebut sebelumnya.

Sayangnya, “ingatan” tersebut ternyata tidak akurat di lapangan. Saat memasuki area yang lebih dalam, mereka justru kehilangan jejak jalur utama dan tidak tahu arah pulang.

Kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi para pencinta alam agar tidak menyepelekan jalur pendakian, apalagi dilakukan pada malam hari tanpa bantuan pemandu profesional atau alat navigasi yang memadai.

Pulang dengan Trauma dan Pesan Keamanan Pendakian

Setelah berhasil dievakuasi, keenam mahasiswa tersebut langsung dipulangkan ke daerah asal masing-masing.

Irmansyah mengimbau kepada seluruh anak muda dan pendaki lainnya agar lebih bijak dalam menentukan waktu pendakian.

Keamanan harus tetap menjadi prioritas utama di atas keinginan untuk sekadar mendapatkan konten atau merayakan momen tertentu di puncak gunung.

Pihak Karang Taruna Desa Mbawa juga berharap koordinasi antar warga dan pendaki bisa lebih ditingkatkan ke depannya.

Gunung Salunga memang terbuka untuk umum, namun bukan berarti bisa dimasuki tanpa kewaspadaan tinggi.

Dengan selesainya evakuasi ini, diharapkan tidak ada lagi insiden serupa yang mewarnai momen perayaan di masa yang akan datang.

Statement:

Irmansyah, Ketua Karang Taruna Desa Mbawa

“Mereka nekat mendaki Gunung Salunga karena ada salah satu orang yang pernah mendaki gunung ini. Hanya saja, saat pendakian yang bersangkutan tak ingat jalur dan jalannya sehingga mereka tersesat. Tadi pagi mereka langsung dipulangkan ke tempat asalnya dalam kondisi trauma dan kelelahan.”

3 Poin Penting:

  • Insiden Tersesat: Enam mahasiswa terjebak di hutan Gunung Salunga saat hendak merayakan malam tahun baru akibat kehilangan arah di jalur pendakian.

  • Proses Evakuasi: Penyelamatan berlangsung dramatis karena terkendala kondisi hutan yang gelap gulita, sehingga korban baru bisa dibawa turun saat pagi hari.

  • Penyebab Utama: Kurangnya persiapan dan hanya mengandalkan ingatan jalur yang tidak akurat menjadi pemicu utama rombongan tersebut tersesat.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam Terakhir

Sepekan Terakhir