Search
Search
Search

Peneliti Temukan Jejak Lelehan Nitrogen Cair di Permukaan Pluto

Selasa, 1 September 2026

Ilustrasi permukaan Pluto (ist)

Dunia astronomi kembali dibuat melongo oleh kelakuan planet kerdil paling ikonis di tata surya kita.

Di tengah lingkungan antariksa yang super beku dengan suhu permukaan ekstrem menyentuh minus 236 derajat Celsius, Pluto secara mengejutkan menyimpan aktivitas geologis yang sulit dipercaya.

Para ilmuwan baru saja mengonfirmasi adanya bukti bahwa nitrogen cair ternyata baru-baru ini sempat mengalir bebas di atas permukaannya.

Fenomena memukau ini terungkap berkat analisis mendalam terhadap arsip citra resolusi tinggi yang dikumpulkan oleh wahana antariksa NASA, New Horizons, saat melakukan penerbangan melintas (flyby) di Pluto.

Penelitian mutakhir yang dipimpin oleh tim ilmuwan dari Southwest Research Institute (SwRI) ini menjadi bukti perdana bahwa cairan misterius pernah mengalir di permukaan Pluto dalam rentang waktu geologis yang sangat baru.

Jejak Cairan Nitrogen Terdeteksi di Gletser Raksasa Sputnik Planitia

Lokasi penemuan lelehan eksotis ini berada di wilayah utara Sputnik Planitia, sebuah gletser raksasa berbentuk hati yang menjadi lanskap paling ikonis di Pluto.

Wilayah yang mayoritas tersusun dari tutupan nitrogen beku ini memiliki skala hamparan yang amat luas, bahkan diketaheui jauh melebihi gabungan wilayah negara bagian Texas dan Oklahoma di Amerika Serikat.

Saat meneliti tangkapan gambar New Horizons, para astronom menemukan pola garis tipis berwarna gelap serta area bercak yang menyebar di antara sel-sel konveksi gletser.

Setelah dibandingkan secara teliti dengan karakteristik lapisan es di Bumi—seperti lanskap es di Greenland—pola gelap tersebut menunjukkan kemiripan visual yang sangat identik dengan area es yang mengalami proses pembasahan oleh cairan.

Rahasia Pembentukan Nitrogen Cair di Bawah Lapisan Es Tebal

Penemuan ini mendatangkan teka-teki besar bagi kalangan peneliti: bagaimana mungkin cairan sanggup terbentuk di tempat sesuhu es Pluto?

Mengingat fenomena hujan nitrogen cair dari atmosfer secara fisik hampir mustahil terjadi, tim peneliti menyimpulkan bahwa cairan tersebut berasal dari dorongan bagian bawah gletser (basal melting).

Melalui simulasi komputer, lapisan nitrogen beku setebal beberapa kilometer di dasar Sputnik Planitia diduga mengalami tekanan dan panas internal hingga mencair.

Liquid nitrogen ini kemudian terdorong naik ke permukaan melewati celah dan retakan mikroskopis.

Begitu menyembur ke luar, cairan tersebut sanggup bertahan beberapa saat untuk mengalir menuruni lereng es dan meninggalkan jejak basah berwarna gelap yang berhasil ditangkap oleh kamera NASA.

Bukti Pluto Bukan Bola Es Pasif tetapi Dunia yang Dinamis

Kehadiran alir lelehan ini makin mematahkan anggapan lama bahwa Pluto hanyalah sekadar bola es mati yang pasif di pinggiran sistem tata surya.

Pemodelan perputaran permukaan memperkirakan usia Sputnik Planitia masih sangat muda, yaitu kurang dari satu juta tahun. Hal ini membuktikan bahwa proses geologis di planet kerdil tersebut masih sangat aktif berlangsung hingga era modern.

Studi teranyar ini membuka babak baru dalam eksplorasi benda langit terluar.

Para ilmuwan kini fokus meneliti seberapa sering nitrogen cair menyembur ke permukaan, sejauh mana daya jelajah alirannya, serta mekanisme internal apa yang menjaga suhu panas di bawah es.

Dunia kecil yang terasing di tepian tata surya ini terbukti jauh lebih kompleks dan penuh kejutan daripada yang pernah dibayangkan manusia.

Statement:

Pernyataan Tim Peneliti Southwest Research Institute

“Hasil analisis ini menjadi bukti pertama adanya cairan yang relatif baru mengalir di permukaan Pluto. Kehadiran pola pembasahan di Sputnik Planitia menunjukkan bahwa Pluto bukanlah benda antariksa yang pasif dan mati, melainkan sebuah dunia yang sangat dinamis dengan aktivitas geologis yang terus berlangsung di bawah lapisan esnya.”

3 Poin Penting:

  • Temuan Lelehan Nitrogen Cair: Analisis citra wahana NASA New Horizons membuktikan adanya aliran nitrogen cair yang membasahi permukaan planet kerdil Pluto dalam waktu geologis yang relatif baru.

  • Lokasi di Gletser Raksasa Sputnik Planitia: Jejak aliran berupa pola garis gelap ditemukan di kawasan gletser nitrogen beku berbentuk hati bernama Sputnik Planitia.

  • Aktivitas Geologis Aktif di Pluto: Fenomena pelelehan basal (basal melting) ini menegaskan bahwa Pluto memiliki sumber panas internal dan aktivitas geologis yang jauh lebih dinamis daripada perkiraan sebelumnya.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

Rame 24 Jam

Rame Sepekan