Search
Search
Search

Pindai 3.000 Km di Bawah Bumi, AI Berhasil Terbangkan Tabir 6 Zona Rahasia Mantel Planet

Selasa, 1 September 2026

Ilustrasi lapisan bumi (Getty images)

Misteri besar yang tersembunyi jauh di bawah kaki manusia perlahan mulai terkuak. Tim ilmuwan internasional baru saja menemukan enam zona rahasia yang sebelumnya belum pernah terdokumentasikan di lapisan paling bawah mantel Bumi.

Terletak hampir 3.000 kilometer di bawah permukaan tanah, temuan struktur purba ini diprediksi menjadi kunci emas untuk membongkar jejak perjalanan material Bumi selama ratusan juta tahun.

Penelitian mutakhir yang dipimpin oleh Yurui Guan dan dipublikasikan dalam Journal of Geophysical Research: Solid Earth ini langsung menjadi perbincangan hangat di kalangan ahli geologi.

Memahami struktur di kedalaman ekstrem tersebut sangat penting karena dapat membantu ilmuwan menelusuri bagaimana lempeng tektonik didaur ulang ke dalam inti planet, serta bagaimana dinamika interior Bumi memengaruhi aktivitas geologis di permukaan.

Manfaatkan Gempa dan Kecerdasan Buatan AI Sebagai Pemindai Alami

Karena tidak mungkin bagi manusia untuk mengebor hingga kedalaman core-mantle boundary (batas antara mantel dan inti Bumi), para peneliti memanfaatkan gelombang gelombang seismik dari hampir 5.000 gempa bumi yang terjadi sepanjang rentang 1990 hingga 2024.

Gelombang gempa difungsikan sebagai semacam pemindai (scanner) alami, di mana kecepatan dan arah gelombang akan berubah saat menembus material dengan kerapatan atau suhu yang berbeda.

Para ilmuwan secara khusus melacak sinyal PKP precursors—yaitu sinyal seismik lemah yang muncul tepat sebelum gelombang utama PKIKP yang menembus inti dalam Bumi.

Memanfaatkan kecerdasan buatan (deep learning), tim peneliti berhasil menyaring 174.929 sinyal berkualitas tinggi.

Jumlah raksasa ini mencapai 10 kali lipat lebih banyak dibandingkan seluruh riset gabungan sebelumnya, sehingga menghasilkan peta beresolusi super tajam.

Enam Kode Zona B1 Hingga B6 dan Duga Sisa Lempeng Samudra Kuno

Dari pemetaan resolusi tinggi tersebut, ilmuwan mengidentifikasi enam zona heterogenitas baru yang diberi kode B1 hingga B6.

Area-area ini ditandai oleh keberadaan deep-seated scatterers, yakni material misterius yang memiliki sifat fisika dan kimia sangat berbeda dari lingkungan mantel sekitarnya sehingga membiaskan gelombang seismik secara unik.

Meskipun komposisi pastinya masih diselidiki, salah satu hipotesis kuat menyebutkan bahwa zona-zona ini merupakan sisa-sisa lempeng samudra purba yang terseret masuk ke kedalaman mantel melalui proses subduksi jutaan tahun lalu.

Material permukaan tersebut terdorong jauh ke dasar mantel dan jejaknya bertahan sebagai variabel struktur akibat pergerakan lambat konveksi mantel Bumi.

Memahami Mesin Geologi Tanpa Khawatir Bahaya Gempa Langsung

Penemuan enam zona misterius ini ditegaskan tidak akan memicu letusan gunung berapi atau gelombang gempa Bumi secara langsung di permukaan dalam waktu dekat.

Nilai krusial dari riset ini justru terletak pada pemahaman mendalam tentang “mesin geologi” planet kita, di mana mantel bukanlah batuan padat yang diam, melainkan terus bergerak secara amat lambat selama miliaran tahun.

Dengan makin detailnya model struktur bawah mantel yang dimiliki, para ilmuwan kini memiliki target baru untuk memprediksi evolusi geodinamika Bumi di masa depan.

Katalog data seismik yang terus tumbuh dipastikan bakal membuka tabir rahasia lainnya yang masih tersimpan rapat ribuan kilometer di bawah lapisan permukaan tempat manusia berpijak.

Statement:

Yurui Guan, Ketua Tim Peneliti & Ahli Geofisika

“Kami menemukan enam area yang kemungkinan memiliki heterogenitas signifikan yang sebelumnya belum pernah terdokumentasikan, sehingga menjadi target prioritas yang jelas untuk penelitian lebih lanjut mengenai interior Bumi. Seiring katalog data terus berkembang, cakupan ruang dan waktu beresolusi tinggi ini akan membantu menyempurnakan model struktur skala kecil dari mantel paling bawah.”

3 Poin Penting:

  • Penemuan 6 Zona Baru Mantel Bumi: Peneliti mengidentifikasi zona B1 hingga B6 di kedalaman 3.000 km pada batas mantel dan inti Bumi (core-mantle boundary).

  • Teknologi Deep Learning dan Gelombang Seismik: Riset memanfaatkan kecerdasan buatan untuk menguji 174.929 sinyal PKP precursors dari 5.000 gelombang gempa bumi periode 1990–2024.

  • Jejak Lempeng Samudra Kuno: Enam struktur baru tersebut diduga merupakan material lempeng samudra purba yang tenggelam akibat proses subduksi jutaan tahun lalu.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

Rame 24 Jam

Rame Sepekan