Search

Respons Cepat KDM: Pemprov Jabar Siap Bangun Kembali Kampung Adat Ciptamulya yang Terbakar

Selasa, 28 Juli 2026

KDM dan Kesepuhan Ciptamulya (ist)

Kabar duka kembali menyelimuti kawasan cagar budaya Jawa Barat setelah kebakaran besar melanda Kampung Adat Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi.

Musibah naas yang terjadi pada Sabtu siang tersebut melahap puluhan permukiman warga hingga menyebabkan ratusan penduduk harus dievakuasi.

Berdasarkan pembaruan data terkini, jumlah bangunan yang hangus dilalap api membengkak dari catatan awal 50 rumah menjadi total 70 rumah.

Eskalasi dampak kebakaran ini memaksa sekitar 420 orang warga kehilangan tempat tinggal dan harus diungsikan ke lokasi yang lebih aman.

Peristiwa ini memicu keprihatinan mendalam dari berbagai pihak, mengingat Kampung Adat Ciptamulya merupakan salah satu simbol kearifan lokal yang menjaga tradisi serta kemandirian pangan di Jawa Barat.

Pemerintah daerah pun langsung bersiap menyalurkan bantuan darurat guna meringankan beban para korban.

Janji Pemprov Jabar dan Dukungan Bagi Masyarakat Adat

Menanggapi musibah tersebut, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, langsung memberikan respons cepat melalui akun media sosial Instagram resminya.

Pria yang akrab disapa KDM ini menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak akan tinggal diam dan siap memberikan bantuan penuh.

Pemprov Jabar berkomitmen untuk membangun kembali seluruh rumah warga yang hangus terbakar agar kehidupan masyarakat adat dapat kembali pulih.

Dedi Mulyadi menekankan bahwa pemulihan kawasan ini menjadi prioritas karena nilai historis dan kebudayaannya yang sangat berharga bagi Jawa Barat.

Masyarakat Kasepuhan Ciptamulya dinilai memiliki kontribusi besar dalam menjaga harmonisasi alam serta ketahanan pangan secara mandiri.

Langkah rekonstruksi ini diharapkan dapat mengembalikan senyum warga adat dalam waktu yang relatif singkat.

Kronologi Kejadian dan Pemicu Kobaran Api

Berdasarkan keterangan petugas di lapangan, musibah kebakaran ini pertama kali terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Kobaran api awal mulanya diketahui oleh anak-anak yang melintas di sekitar fasilitas MCK umum di area pinggiran permukiman.

Angin kencang yang bertiup saat kejadian dengan cepat memperluas jangkauan api hingga merembet ke area permukiman padat dan leuit (lumbung padi) warga.

Kondisi arsitektur rumah adat yang rapat serta didominasi material alami seperti kayu dan atap ijuk membuat si jago merah berkobar kian tak terkendali.

Ditambah lagi dengan hembusan angin kencang, struktur lumbung padi yang menyimpan cadangan bahan pangan warga pun tak luput dari amukan api dalam hitungan jam.

Nihil Korban Jiwa dan Estimasikan Kerugian Material

Meskipun kerusakan bangunan tergolong sangat parah, penanganan yang sigap dari warga lokal dan petugas berhasil mencegah jatuhnya korban.

Pihak BPBD mengonfirmasi bahwa tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini. Seluruh warga berhasil diselamatkan dan dievakuasi ke tempat pengungsian sementara sebelum kobaran api mengepung permukiman secara total.

Kendati demikian, dampak kerugian material yang ditimbulkan akibat terbakarnya puluhan rumah dan lumbung padi tradisional ini terbilang sangat fantastis.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, total nilai kerugian akibat bencana kebakaran ini ditaksir mencapai kurang lebih Rp2,5 miliar. Saat ini, fokus utama petugas adalah memastikan kebutuhan dasar dan penanganan trauma para pengungsi dapat terpenuhi dengan baik.

Statement:

Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat 

“Karena itu merupakan kekayaan budaya yang kita miliki, dan mereka adalah masyarakat adat yang selama ini mandiri, mampu membangun kehidupan yang rukun, dan berswasembada pangan. Semoga abah dan seluruh warga tetap tenang, nanti dalam waktu tidak terlalu lama, kami akan segera turun dan kembali membangun Kasepuhan Ciptamulya.”

Kuswan Hermawan, Staf Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Sukabumi

“Diduga kuat sumber api berasal dari korsleting listrik di area MCK. Karena mayoritas rumah beratap ijuk dan berdempetan, api dengan cepat merambat ke bangunan lain.”

3 Poin Penting:

  • Dampak dan Kerusakan: Kebakaran di Kampung Adat Ciptamulya menghanguskan total 70 rumah, melahap lumbung padi (leuit), serta menyebabkan 420 warga diungsikan dengan taksiran kerugian Rp2,5 miliar.

  • Penyebab Kebakaran: Api diduga berasal dari korsleting listrik di area MCK umum yang merambat cepat ke permukiman akibat bahan bangunan beratap ijuk dan terpaan angin kencang.

  • Komitmen Gubernur Jabar: Gubernur Dedi Mulyadi berjanji Pemprov Jawa Barat akan turun tangan membangun kembali seluruh rumah warga yang terbakar demi menjaga kelestarian kampung adat.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan