Search

Satgas Gabungan Evakuasi Ratusan Pekerja Tambang di Nabire Pasca Serangan KKB

Senin, 23 Februari 2026

pekerja tambang [dok. antara]
pekerja tambang [dok. antara]

Langkah cepat diambil oleh tim Satgas gabungan TNI-Polri dalam merespons situasi keamanan di wilayah Papua Tengah baru-baru ini.

Sebanyak 198 orang berhasil dievakuasi dari area tambang emas di kawasan Kali Musairo, Legari, Kabupaten Nabire, setelah situasi sempat memanas.

Evakuasi besar-besaran ini menjadi prioritas utama pihak keamanan guna menjamin keselamatan para pekerja yang berada di titik rawan konflik bersenjata tersebut.

Operasi penyelamatan ini dipicu oleh aksi penyerangan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di bawah pimpinan Aibon Kogoya terhadap pos pengamanan PT Kristalin pada Sabtu, 21 Februari 2026.

Insiden tragis tersebut dilaporkan mengakibatkan dua orang tewas, sehingga aparat keamanan segera bergerak untuk mengosongkan lokasi guna menghindari bertambahnya korban jiwa.

Ketegangan di wilayah tersebut langsung diantisipasi dengan pengamanan super ketat oleh personel gabungan.

Penyelamatan Puluhan Warga Negara Tiongkok dari Titik Konflik

Di antara ratusan orang yang diselamatkan, terdapat 26 warga negara Tiongkok (China) yang turut dievakuasi oleh petugas.

Para pekerja asing yang bertugas di lokasi tambang emas tersebut menjadi perhatian serius karena adanya risiko serangan susulan yang menyasar aset dan personel perusahaan.

Kini, seluruh WNA Tiongkok tersebut telah berada dalam kondisi aman dan mendapatkan perlindungan di mes perusahaan yang berlokasi di daerah Sriwini, Nabire.

Kehadiran puluhan pekerja asing ini menegaskan bahwa sektor pertambangan di Papua Tengah memang memiliki daya tarik investasi global, namun tetap dibayangi tantangan keamanan yang dinamis.

Upaya evakuasi dilakukan dengan koordinasi lintas sektoral yang rapi agar tidak ada warga sipil, baik lokal maupun asing, yang terjebak dalam baku tembak.

Aparat memastikan bahwa pemenuhan logistik dan pemeriksaan kesehatan bagi para pengungsi di lokasi penampungan sementara tetap terpenuhi dengan baik.

Skema Evakuasi Bertahap dan Kondisi Terkini di Kali Musairo

Kapolres Nabire, AKBP Samuel Tatiratu, mengungkapkan bahwa proses pemindahan ratusan pekerja ini dilakukan secara bertahap demi alasan keamanan.

Pada gelombang pertama yang dilakukan Sabtu lalu, sebanyak 75 orang telah berhasil dibawa keluar dari zona bahaya.

Sisanya, termasuk rombongan warga negara Tiongkok, baru disusulkan pada hari Minggu setelah jalur darat dan udara dipastikan benar-benar steril dari gangguan anggota kelompok bersenjata.

Hingga laporan terbaru per 22 Februari 2026, situasi di kawasan Kali Musairo dan Legari masih dalam pantauan ketat tim gabungan.

Personel TNI-Polri dilaporkan masih terus bersiaga dan melakukan penyisiran intensif di sekitar area tambang untuk mendeteksi keberadaan pelaku penyerangan.

Penyisiran ini bertujuan untuk memastikan bahwa wilayah tersebut kembali kondusif sebelum nantinya operasional perusahaan dapat dipertimbangkan untuk dibuka kembali.

Upaya Pemulihan Keamanan dan Perlindungan Objek Vital Nasional

Pemerintah melalui Satgas Damai Cartenz terus berupaya mempersempit ruang gerak kelompok-kelompok yang mengganggu stabilitas keamanan di tanah Papua.

Kejadian di PT Kristalin ini menjadi catatan penting bagi pengelolaan objek vital nasional di wilayah pelosok agar memperkuat sistem deteksi dini dan koordinasi dengan aparat setempat.

Langkah preventif terus digalakkan agar aktivitas ekonomi masyarakat tidak lumpuh total akibat teror yang dilancarkan kelompok pimpinan Aibon Kogoya.

Bagi masyarakat di sekitar Nabire, diimbau untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya di media sosial.

Sinergi antara masyarakat dan aparat keamanan sangat dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi siapa saja yang tinggal maupun bekerja di Papua Tengah.

Dengan pengamanan yang solid, diharapkan kondisi di Kali Musairo segera pulih sehingga ketakutan warga tidak berlarut-larut di masa mendatang.

Statement:

AKBP Samuel Tatiratu ( Kapolres Nabire )

“Prioritas utama kami adalah menyelamatkan nyawa manusia. Evakuasi berlangsung aman dan terkendali meskipun medan di lapangan cukup menantang. Sebanyak 198 orang, termasuk 26 warga negara asing, sudah kami amankan di tempat yang lebih aman. Saat ini personel kami masih melakukan penyisiran di lokasi kejadian untuk memastikan tidak ada lagi potensi gangguan.”

3 Poin Penting:

  1. Satgas TNI-Polri mengevakuasi 198 orang, termasuk 26 WNA asal Tiongkok, dari lokasi tambang emas di Nabire akibat serangan KKB.

  2. Penyerangan yang dipimpin Aibon Kogoya terhadap PT Kristalin menyebabkan dua orang meninggal dunia pada Sabtu, 21 Februari 2026.

  3. Seluruh korban evakuasi kini ditampung di wilayah Sriwini, sementara aparat keamanan masih melakukan penyisiran di area Kali Musairo dan Legari.

[gas/man]

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan