Search
Search
Search

Suzuki Siapkan Senjata Baru: HEV, PHEV hingga REEV Light untuk 10 Tahun ke Depan

Kamis, 1 Oktober 2026

Suzuki YMC EV (ist)

Suzuki mulai membuka peta jalan teknologi kendaraan untuk satu dekade ke depan.

Dalam Technology Strategy Briefing 2026, pabrikan asal Jepang tersebut mengungkap rencana mengembangkan sejumlah teknologi elektrifikasi, mulai dari hybrid hingga kendaraan listrik dengan teknologi range extender.

Menariknya, Suzuki tidak hanya mengembangkan kendaraan listrik murni atau battery electric vehicle (BEV).

Pabrikan ini juga menyiapkan plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) dan range-extended electric vehicle (REEV), termasuk versi ringan yang disebut REEV Light.

Strategi tersebut menunjukkan pendekatan Suzuki yang mencoba menyesuaikan teknologi elektrifikasi dengan kebutuhan kendaraan kompak dan pasar yang berbeda.

Mesin Bensin Bisa Berubah Peran

Salah satu teknologi yang sedang disiapkan adalah sistem series hybrid untuk mobil kompak.

Dalam sistem ini, mesin pembakaran internal tidak menjadi penggerak roda secara langsung, melainkan menghasilkan listrik yang kemudian digunakan untuk menggerakkan motor listrik.

Konsep tersebut secara prinsip memiliki kemiripan dengan sistem e-Power yang digunakan Nissan, meski detail teknologi Suzuki tentu dapat berbeda.

Setelah mengembangkan series hybrid, Suzuki berencana melangkah lebih jauh dengan menambahkan kemampuan pengisian daya eksternal serta baterai yang ukurannya disesuaikan dengan kebutuhan kendaraan.

REEV Light Jadi Konsep yang Menarik

Dari pengembangan tersebut, Suzuki menargetkan lahirnya sistem REEV Light.

Konsepnya adalah kendaraan tetap menggunakan motor listrik sebagai penggerak utama, sementara mesin pembakaran berfungsi sebagai range extender ketika diperlukan untuk menghasilkan listrik.

Bedanya, kapasitas baterai tidak dibuat sebesar mobil listrik murni.

Pendekatan ini memungkinkan Suzuki menawarkan kendaraan dengan karakter berkendara listrik tanpa harus mengandalkan baterai berkapasitas sangat besar.

Suzuki menyebut sistem series hybrid yang dikembangkannya ditargetkan mampu menurunkan emisi CO2 hingga 29% atau sekitar 300 kg untuk setiap jarak tempuh 10.000 km.

Satu Platform, Banyak Pilihan Teknologi

Suzuki belum mengungkap secara pasti model apa yang nantinya mendapatkan teknologi HEV dan REEV tersebut.

Salah satu rumor yang beredar menyebut Fronx berpotensi menggunakan sistem series hybrid, sedangkan teknologi REEV dapat diarahkan untuk kendaraan yang lebih besar dan disesuaikan dengan karakteristik pasar tertentu.

Strategi Suzuki bukan mengembangkan setiap teknologi secara terpisah.

Pabrikan tersebut justru ingin menggunakan basis teknologi dan desain yang sama untuk melahirkan satu keluarga produk dengan pilihan sistem penggerak berbeda.

Statement:

Katsuhiro Kato, Direktur dan Wakil Presiden Eksekutif sekaligus Chief Technology Officer Suzuki Motor Corporation

“Alih-alih mengembangkannya secara terpisah, kami merencanakannya secara bersamaan dengan berpijak pada platform inti dan desain dasar yang sama, serta mengembangkannya sebagai satu keluarga produk.”

“Untuk mobil compact, kami sedang menyiapkan HEV tipe series yang menghasilkan listrik dari bahan bakar untuk menggerakkan motor listrik.”

3 Poin Penting:

  • Suzuki menyiapkan teknologi elektrifikasi untuk 10 tahun ke depan, termasuk HEV series, PHEV, EV, dan REEV.
  • REEV Light menjadi salah satu konsep utama, menggunakan baterai yang tidak terlalu besar dengan mesin sebagai penghasil listrik tambahan.
  • Model yang akan memakai teknologi tersebut belum dipastikan, meski Suzuki menyebut pengembangan akan dilakukan berdasarkan platform dan desain inti yang sama.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

Rame 24 Jam

Rame Sepekan