Search

Terjerat Skandal Video, Anggota DPRD Gorontalo Dipecat PDI Perjuangan

Sabtu, 20 September 2025

Klarifikasi Wahyudin Moridu (tangkapan layar facebook)

Sebuah video viral yang memperlihatkan seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo, Wahyudin Moridu, melontarkan pernyataan kontroversial tentang “merampok uang negara” berujung pada konsekuensi berat.

Partai tempatnya bernaung, PDI Perjuangan (PDIP), mengambil langkah tegas dengan memecatnya.

Keputusan ini menunjukkan komitmen partai terhadap etika dan disiplin, serta mengirimkan pesan kuat kepada kader lainnya.

Partai Ambil Tindakan Tegas Setelah Klarifikasi

Ketua DPP PDIP Bidang Kehormatan, Komarudin Watubun, membenarkan bahwa pria dalam video yang viral tersebut adalah kadernya.

Langkah ini diambil setelah laporan lengkap dari DPD Gorontalo diterima dan dipertimbangkan oleh Komite Etik dan Disiplin partai.

Pernyataan Kontroversial di Media Sosial

Video berdurasi 1 menit lima detik tersebut menjadi pusat skandal.

Dalam video itu, Wahyudin Moridu terlihat bersama seorang wanita dan secara blak-blakan menyebutkan niatnya untuk “merampok uang negara” melalui dana perjalanan dinas ke Makassar, Sulawesi Selatan.

Keterangan Diri yang Memperjelas Identitas

Dalam video yang sama, Wahyudin secara gamblang menyebutkan identitasnya sendiri. Penegasan identitas ini membuat video tersebut semakin viral dan sulit dibantah.

Sikapnya yang terkesan santai dan tanpa beban saat melontarkan pernyataan tersebut memicu kemarahan publik dan menjadi alasan utama di balik sanksi berat yang diberikan partai.

Permohonan Maaf yang Terlambat

Setelah video tersebut menjadi viral dan menimbulkan kecaman luas, Wahyudin Moridu menyampaikan permohonan maaf melalui akun media sosial pribadinya.

Namun, permohonan maaf ini tidak mengubah keputusan PDIP.

Pergantian Antarwaktu Akan Segera Dilakukan

Sebagai tindak lanjut dari pemecatan ini, PDIP akan segera melakukan Pergantian Antarwaktu (PAW). Komarudin Watubun menegaskan bahwa DPP PDIP akan menyiapkan pengganti Wahyudin Moridu dalam waktu dekat.

Proses ini diharapkan dapat menjaga stabilitas dan memastikan representasi masyarakat Gorontalo di DPRD tetap berjalan dengan baik.

Tanggung Jawab Publik dan Etika Politik

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi setiap pejabat publik tentang etika dan tanggung jawab yang harus mereka emban.

Ucapan dan tindakan, terutama di era media sosial, dapat memiliki konsekuensi yang jauh melampaui niat.

Keputusan PDIP untuk memecat kadernya menunjukkan bahwa integritas dan kepercayaan publik adalah hal yang tidak bisa ditawar-tawar dalam dunia politik.

Statement:

Komarudin Watubun, Ketua DPP PDIP Bidang Kehormatan

“Jadi memang yang bersangkutan telah dilakukan klarifikasi oleh DPD (PDIP) Gorontalo dan DPD sudah menyampaikan laporan kepada DPP, memohon untuk diambil tindakan organisasi atas perbuatannya.”

“Hari ini DPP mengeluarkan surat pemecatan kepada yang bersangkutan.”

Wahyudin Moridu (kalimat yang viral di media sosial)

“Hari ini kita menuju ke Makassar, menggunakan uang negara. Kita rampok saja uang negara ini, kan. Kita habiskan saja. Biar negara ini semakin miskin.” (diucapkan sambil tertawa).

(dalam unggahan permintaan maaf di media sosial)

“Apa pun yang saya lakukan di video itu saya akui salah dan tidak mencerminkan etika seorang pejabat publik. Atas kejadian ini saya mohon maaf beribu-ribu maaf kepada seluruh rakyat Gorontalo.”

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan