Aktivitas tektonik di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), rupanya masih menunjukkan dinamika yang cukup intensif pascagempa magnitudo 7.7 yang mengguncang kawasan tersebut.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis pembaruan data terkini terkait rentetan gempa susulan yang terus direkam oleh instrumen seismik hingga Kamis (27/8/2026) pukul 05.00 WIB.
Catatan pemantauan menunjukkan angka gempa susulan yang terus membengkak dan menjadi perhatian tim mitigasi bencana.
Meski sebagian besar guncangan berorientasi pada skala kecil hingga menengah, masyarakat diimbau untuk tidak lengah dan tetap mengedepankan kesiapsiagaan di lingkungan masing-masing.
Rekor Ribuan Guncangan dan Sebaran Skala Magnitudo

Berdasarkan laporan resmi BMKG, total gempa bumi susulan yang berhasil teridentifikasi dan terintegrasi dalam sistem perekaman kini telah menyentuh angka fantastis, yakni sebanyak 8.193 kali kejadian.
Angka yang masif ini menggambarkan proses pelepasan energi batuan di kedalaman kerak bumi yang sedang menuju titik keseimbangan baru.
Dari ribuan aktivitas gempa susulan tersebut, BMKG mencatat variasi kekuatan guncangan yang cukup beragam.
Gempa susulan dengan magnitudo terbesar yang tercatat berada di angka M 6.2, sementara magnitudo terkecil yang berhasil terdeteksi sensor presisi mencapai M 1.0.
Puluhan Gempa Berkekuatan Signifikan dan Guncangan Dirasakan Warga
Analisis data lebih lanjut membeberkan bahwa terdapat 34 kejadian gempa bumi susulan yang memiliki kekuatan di atas magnitudo 5 (M > 5.0).
Rangkaian gempa sedang hingga kuat ini menjadi salah satu alasan mengapa potensi getaran masih cukup sering terjadi di beberapa kawasan episentrum.
Selain itu, sebanyak 146 gempa susulan dilaporkan memiliki intensitas yang cukup kuat hingga getarannya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat setempat.
Kondisi ini menyebabkan sebagian warga penyintas yang mendiami tenda pengungsian masih kerap merasakan getaran spontan di waktu-waktu tertentu.
Imbauan Kesiapsiagaan dan Kewaspadaan Struktur Bangunan
Menyikapi perkembangan data seismik tersebut, otoritas terkait meminta masyarakat Flores untuk tetap tenang namun ekstra waspada.
Warga diingatkan untuk menghindari bangunan pemukiman yang telah mengalami retak struktur atau kerusakan fisik parah akibat guncangan awal agar terhindar dari risiko runtuhan material.
Pihak BMKG bersama tim gabungan mitigasi terus memantau pergerakan sesar secara real-time selama 24 jam penuh.
Warga diminta untuk tidak mempercayai isu-isu liar atau ramalan bencana yang tidak dapat dipertanggungjawabkan serta selalu mengupdate informasi dari saluran publik resmi.
Statement:
BMKG
“Update gempa bumi susulan gempa Flores M7.7 hingga tanggal 27 Agustus 2026 pukul 05.00 WIB mencatat total 8.193 gempa susulan, dengan magnitudo terbesar M 6.2 dan terkecil M 1.0. Terdapat 34 gempa bermagnitudo di atas 5, serta 146 gempa yang getarannya dirasakan oleh masyarakat.”
3 Poin Penting:
-
Total Ribuan Gempa Susulan: BMKG mengonfirmasi sebanyak 8.193 kali gempa bumi susulan telah terjadi pascagempa Flores M7.7 per 27 Agustus 2026.
-
Rentang Magnitudo: Guncangan susulan tercatat memiliki magnitudo berkisar antara terkecil M 1.0 hingga terbesar M 6.2, dengan 34 kejadian berkekuatan di atas M 5.0.
-
Getaran Dirasakan: Sebanyak 146 gempa susulan dilaporkan dapat dirasakan getarannya secara nyata oleh warga di wilayah terdampak.





