Search
Search
Search

Program MBG di Area Karhutla Bikin Bingung, BGN Beri Penjelasan

Jumat, 4 September 2026

Sudaryono, ketua BGN yang baru (kompas.com)

Tantangan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menerjang sejumlah wilayah Indonesia belakangan ini ikut berdampak pada aktivitas sekolah dan program pemerintah.

Salah satu isu yang sempat menyita perhatian publik adalah dinamika penyaluran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi para siswa di kawasan terdampak asap karhutla.

Muncul kabar bahwa distribusi paket makanan tersebut terkesan dipaksakan meski sekolah diliburkan.

Menanggapi rumor yang beredar di media sosial, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono langsung memberikan pencerahan agar tidak terjadi salah paham.

Ia meluruskan bahwa situasi pengambilan makanan oleh siswa atau orang tua saat sekolah libur hanya terjadi karena kendala teknis jadwal, yakni ketika bahan makanan sudah telanjur dibeli dan diolah oleh dapur produksi sebelum pengumuman libur diterbitkan.

Kebijakan BGN Tegas Mengikuti Instruksi Pemda

BGN menegaskan tidak pernah memiliki aturan rigid yang memaksa program MBG tetap berjalan di tengah situasi darurat bencana alam.

Seluruh operasional dapur dan penyaluran makanan di lapangan selalu menyesuaikan dengan arahan serta kebijakan dari pemerintah daerah setempat. Keputusan mengenai peliburan sekolah sepenuhnya berada di tangan kepala daerah.

Penetapan status libur untuk tingkat SMA berada di bawah wewenang gubernur, sedangkan untuk tingkat SD dan SMP diatur oleh bupati atau wali kota.

BGN berkomitmen untuk selalu patuh pada arahan tersebut demi menjaga keselamatan serta kesehatan para peserta didik dari paparan asap karhutla.

Kemenhut Perketat Pemantauan Asap dan Dampak Ekonomi

Di sisi lain, Kementerian Kehutanan (Kemenhut) terus bekerja ekstra ketat dalam memantau sebaran titik panas (hotspot) dan kabut asap akibat karhutla.

Pemantauan terpadu ini dilakukan untuk meminimalkan dampak buruk terhadap kesehatan masyarakat serta gangguan pada aktivitas ekonomi, khususnya sektor transportasi udara yang sangat krusial.

Pengawasan ketat ini mencakup pemantauan kualitas udara, arah angin, hingga jarak pandang di wilayah-wilayah rawan.

Data yang terkumpul dijadikan acuan utama bagi pemerintah dalam menentukan langkah prioritas pemadaman di lapangan sekaligus memberikan imbauan berkala kepada publik.

Imbauan Waspada Perubahan Cuaca dan Akses Informasi SiPongi

Kemenhut memaparkan bahwa kondisi kualitas udara dan jarak pandang akibat asap karhutla dapat berubah sangat cepat tergantung pada dinamika atmosfer, curah hujan, dan kecepatan angin.

Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk terus memantau perkembangan situasi terkini melalui sistem informasi resmi seperti platform SiPongi milik pemerintah.

Bagi warga yang hendak melakukan perjalanan udara, Kemenhut mengimbau untuk selalu memperbarui informasi dari otoritas resmi seperti BMKG, AirNav Indonesia, dan maskapai penerbangan.

Sinergi antarlembaga ini diharapkan dapat menjaga keselamatan warga sekaligus memastikan penanganan karhutla berjalan optimal.

Statement:

Sudaryono, Kepala BGN

“Jadi terkait karhutla di Kalimantan dan di Sumatra, intinya kami mengikuti pengumuman dari pemerintah daerah. Libur, tidak libur, itu kita mengikuti. Pertimbangannya, kami tidak pernah kemudian memaksa demi MBG walaupun karhutla bukalah sekolah, enggak. Kami intinya menyerahkan (kewenangan) SMA itu di gubernur, kemudian SD, SMP kan di bupati/wali kota, kami serahkan, begitu libur, kemudian MBG mengikuti.”

Ristianto Pribadi, Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenhut 

“Kementerian Kehutanan terus memantau secara terpadu perkembangan titik panas (hotspot), kondisi kebakaran di lapangan, kualitas udara, sebaran asap, cuaca, serta jarak pandang. Kami memahami bahwa gangguan asap berpotensi mempengaruhi mobilitas masyarakat, kegiatan ekonomi, dan keselamatan penerbangan.”

3 Poin Penting:

  • MBG tidak dipaksakan saat karhutla: BGN menegaskan penyaluran Program Makan Bergizi Gratis fleksibel dan selalu mengikuti keputusan libur sekolah dari pemerintah daerah.

  • Pengambilan makanan akibat kendala teknis: Pembagian makanan saat sekolah libur hanya terjadi sekali karena bahan baku dapur sudah telanjur diolah sebelum ada pengumuman libur.

  • Kemenhut tingkatkan pemantauan terpadu: Pemantauan titik panas, kualitas udara, dan jarak pandang diperketat lewat sistem SiPongi guna mengamankan transportasi dan kesehatan warga.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

Rame 24 Jam

Rame Sepekan