Inovasi teknologi lokal kembali mencuri perhatian publik dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kali ini, pemanfaatan material berbahan dasar tepung singkong digadang-gadang memiliki potensi besar untuk meredam kobaran api di kawasan gambut.
Menanggapi wacana yang kian menyita perhatian tersebut, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan dukungan penuh terhadap pengujian ilmiah yang tengah berlangsung.
Menteri Pertanian menilai bahwa terobosan berbasis komoditas lokal merupakan langkah progresif yang patut diapresiasi tinggi.
Kendati demikian, beliau menegaskan bahwa seluruh proses evaluasi teknis serta efektivitasnya di lapangan harus diserahkan sepenuhnya kepada lembaga riset resmi negara sebelum pemerintah melangkah pada tahap pembahasan ketersediaan stok bahan baku dalam skala nasional.
Uji Riset Ilmiah dan Kelayakan Teknologi
Mentan Amran menegaskan pentingnya pembuktian berbasis data komprehensif melalui riset ketat dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) demi memastikan keandalan inovasi pemadaman tersebut. B
eliau menekankan bahwa kesiapan pasokan tepung singkong belum bisa dipastikan sebelum ada hasil pengujian definitif mengenai efisiensi material tersebut saat diaplikasikan pada medan karhutla yang sebenarnya.
Pengembangan teknologi inovatif ini diawali dari gagasan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang kemudian ditindaklanjuti secara ilmiah oleh BRIN.
Kepala BRIN Arif Satria mengungkapkan bahwa secara teoritis material berbasis pati singkong ini sangat memungkinkan.
Kendati uji coba awal dalam skala kecil menunjukkan hasil positif, tantangan berikutnya terletak pada penentuan komposisi zat campuran serta formulasi metode aplikasi udara untuk pemadaman area hutan berskala luas.
Respons Pasar dan Karakteristik Petani Lokal
Terkait kekhawatiran ketersediaan pasokan komoditas singkong di tingkat nasional, Mentan Amran optimistis bahwa sektor pertanian Indonesia memiliki fleksibilitas dan ketahanan tinggi.
Beliau menilai bahwa peningkatan ketersediaan stok akan terpacu secara alami seiring hadirnya permintaan pasar (demand) yang melonjak dan memberikan nilai ekonomis bagi para petani.
Mentan Amran memperkuat argumentasinya dengan menyoroti keberhasilan program biodiesel B40 menuju B50 serta dinamika pasokan telur ayam nasional.
Pada kedua kasus tersebut, kekhawatiran awal mengenai kelangkaan bahan baku terbukti tidak terjadi karena kenaikan harga memicu motivasi petani untuk meningkatkan produktivitas lahan secara intensif hingga mencapai surplus pasokan.
Dukungan Lintas Lembaga dan Arahan Presiden
Sebelumnya, efektivitas formula pemadam berbasis pati singkong ini telah diuji coba oleh Polda Kalimantan Selatan.
Formula yang menggabungkan pati singkong dengan amonium polifosfat, air, serta zat pembasah terbukti mampu memutus perambatan api pada lahan gambut yang terkenal sangat sulit dipadamkan melalui metode konvensional.
Melihat potensi strategis dari inovasi anak bangsa ini, Presiden Prabowo Subianto secara khusus telah menginstruksikan pengujian dalam skala ekstensif.
Langkah pengujian berskala luas ini teramat krusial untuk mengukur tingkat efisiensi teknis, daya jangkau armada penyemprotan, serta dampak ekologis jangka panjang sebelum formulasi pemadam ini diimplementasikan secara formal dalam penanggulangan karhutla nasional.
Statement:
Andi Amran Sulaiman, Menteri Pertanian (Mentan)
“Oh, biarlah dulu BRIN uji coba. Baguslah kalau ada penemuan baru. Biarlah dulu diuji coba. Semakin tinggi teknologi kita semakin bagus, kan. Tapi biarlah diuji coba, kalau itu berhasil sangat bagus.”
“Petani sederhana, kalau demand-nya tinggi menguntungkan, berproduksi. Petani Indonesia hebat-hebat. Dulu sewaktu B40 menuju B50 dikatakan bahwa ekspor CPO kita turun. Yang terjadi naik kan? Karena demand-nya tinggi, harga naik, petani memupuk tepat waktu, menjaga, mengairi, hamanya dijaga. Itu petani makin bagus harganya, petani makin lama di lapangan dan produksinya tinggi.”
3 Poin Penting:
-
Sikap Mentan Terhadap Inovasi: Mentan Amran Sulaiman mendukung penuh pengujian material tepung singkong oleh BRIN untuk pemadaman karhutla sebelum membahas ketersediaan bahan baku.
-
Kesiapan Petani & Pasokan: Mentan meyakini petani Indonesia sanggup memenuhi kebutuhan singkong jika permintaan pasar tinggi, sebagaimana terbukti pada program biodiesel dan komoditas telur.
-
Pengujian Skala Luas atas Arahan Presiden: BRIN dan Polri atas instruksi Presiden Prabowo Subianto sedang menguji efektivitas, campuran zat, dan teknik aplikasi skala besar untuk pemadaman lahan gambut.

![beras bulog [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/3g494rqxwj6uptx-300x198.jpeg)

