Bandung Zoo kembali menjadi sorotan setelah Pemerintah Kota Bandung mengungkap nilai kontrak pengelolaan kebun binatang legendaris tersebut mencapai Rp4,6 miliar per tahun.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyebut pengelola baru nantinya juga wajib menanggung seluruh investasi pembangunan tanpa menggunakan dana pemerintah.
Menurut Farhan, skema kerja sama ini dirancang untuk memastikan aset strategis milik Kota Bandung dapat dikelola secara profesional sekaligus memberikan kontribusi pendapatan bagi daerah.
Selain nilai kontrak tahunan, Pemkot Bandung juga akan memperoleh bagi hasil sebesar 10 hingga 20 persen dari pengelolaan Bandung Zoo.
Investasi Besar Jadi Syarat Utama
Farhan menjelaskan kebutuhan investasi untuk membenahi Bandung Zoo memang tidak kecil.
Karena itu, calon pengelola harus memiliki kemampuan finansial yang kuat agar mampu meningkatkan kualitas fasilitas, kesejahteraan satwa, hingga pengalaman wisata bagi pengunjung.
Tiket Bisa Lebih Mahal, Asal Masih Masuk Akal
Seiring rencana revitalisasi besar-besaran, harga tiket Bandung Zoo juga berpotensi mengalami penyesuaian.
Namun, Farhan menilai kenaikan tarif bukan masalah selama masih berada dalam batas yang wajar dan sebanding dengan peningkatan kualitas layanan yang diberikan kepada masyarakat.
Ia mencontohkan sejumlah taman margasatwa besar di Indonesia saat ini telah mematok harga tiket di atas Rp100.000 per orang.
Sementara itu, kebun binatang dengan tarif di bawah angka tersebut semakin sedikit, dengan Ragunan Jakarta menjadi salah satu pengecualian yang masih menawarkan harga terjangkau.
Lelang Alot, Tiga Kandidat Masih Bersaing
Proses lelang pengelolaan Bandung Zoo sendiri masih berlangsung dan disebut cukup kompleks.
Farhan mengungkapkan perubahan angka penawaran dari peserta membuat pemerintah harus menjalankan prosedur administrasi lelang ulang demi menjaga transparansi dan akuntabilitas proses.
Saat ini terdapat tiga lembaga konservasi yang masih bersaing untuk menjadi pengelola baru Bandung Zoo, yakni Taman Safari Indonesia, Faunaland, dan Gembira Loka.
Ketiganya dinilai memiliki pengalaman di bidang konservasi satwa dan pengelolaan destinasi wisata edukatif.
Fokus pada Kesejahteraan Satwa dan Pegawai
Pemkot Bandung menegaskan proses seleksi harus segera diselesaikan karena keberlangsungan operasional Bandung Zoo tidak bisa terus bergantung pada dukungan pemerintah.
Kesejahteraan satwa serta para pegawai menjadi pertimbangan utama dalam menentukan pengelola baru.
Dengan nilai investasi yang besar dan persaingan ketat antar peserta, Bandung Zoo diharapkan mampu bertransformasi menjadi destinasi wisata konservasi modern yang lebih kompetitif.
Jika proses berjalan sesuai rencana, kebun binatang kebanggaan warga Bandung ini berpeluang memiliki wajah baru yang lebih menarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.
Statement:
Muhammad Farhan, Wali Kota Bandung
“Perlu dipahami bahwa proses lelang ini sangat serius. Nilainya besar sehingga ketika ada perubahan angka penawaran dari peserta, kami harus melakukan proses administrasi lelang ulang. Sementara waktu yang tersedia semakin sempit.”
3 Poin Penting:
- Kontrak pengelolaan Bandung Zoo bernilai Rp4,6 miliar per tahun dengan skema bagi hasil 10-20 persen untuk Pemkot Bandung.
- Seluruh investasi pembangunan dan revitalisasi Bandung Zoo akan ditanggung oleh pemenang tender.
- Tiga kandidat pengelola yang masih bersaing adalah Taman Safari Indonesia, Faunaland, dan Gembira Loka.



