Search
Search
Search

Jakarta Gempar Pagi Ini! Gempa M 6,5 Guncang Kepulauan Seribu, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

Sabtu, 12 September 2026

Jakarta (wikipedia)

Masyarakat Jakarta dan sekitarnya dikagetkan oleh guncangan gempa bumi yang cukup kuat pada Sabtu pagi (12/9/2026). Peristiwa tektonik ini mendadak viral serta menjadi perbincangan hangat publik di berbagai lini masa media sosial.

Berdasarkan analisis pemutakhiran dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa bumi tersebut berkekuatan magnitudo M 6,5.

Beruntung, hasil pemodelan matematika yang dilakukan tim ahli memastikan peristiwa ini tidak berpotensi memicu gelombang tsunami.

Hasil Analisis Episenter dan Penyebab Gempa Dalam Intraslab

BMKG mencatat koordinat episenter gempa bumi terletak pada 5,24 derajat Lintang Selatan (LS) dan 106,78 derajat Bujur Timur (BT).

Pusat getaran berada di laut pada jarak 96 kilometer arah timur laut Kepulauan Seribu dengan hiposenter berkedalaman 368 kilometer.

Melihat kedalaman hiposenter serta lokasi pusat gempa, BMKG mengategorikan peristiwa ini sebagai jenis gempa bumi dalam (deep earthquake) akibat aktivitas intraslab.

Analisis mekanisme sumber menunjukkan pergerakan tektonik tersebut memiliki pola pergerakan geser turun (oblique normal).

Sebaran Wilayah yang Merasakan Getaran Dari Banten Hingga Jawa Timur

Dampak guncangan gempa bumi ini dirasakan cukup luas di Pulau Jawa hingga Sumatra dengan skala intensitas bervariasi.

Wilayah Pandeglang, Lebak, Serang, Sukabumi, Cianjur, dan Tanggamus merasakan getaran pada skala IV MMI, di mana gerabah pecah serta dinding rumah berbunyi.

Sementara itu, kawasan Tangerang, Tanjung Priok, Nagrak, Kalapanunggal, hingga Cilacap merasakannya pada skala III MMI.

Beberapa daerah lain seperti Bandung, Lembang, Yogyakarta, Pacitan, Malang, hingga Mentawai dan Bengkulu juga melaporkan getaran halus pada skala II–III MMI.

Nihil Gempa Susulan dan Imbauan Kewaspadaan Resmi BMKG

Hingga Sabtu pagi pukul 05.00 WIB, hasil pemantauan sistem BMKG belum menunjukkan adanya tanda-tanda aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

Walau demikian, tim BMKG berjanji bakal terus memonitor perkembangan situasi secara real-time demi keamanan masyarakat.

Pihak BMKG meminta warga masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu liar yang tidak jelas sumbernya.

Warga diimbau memeriksa kondisi bangunan masing-masing serta menghindari struktur bangunan yang retak atau rusak akibat getaran gempa.

Akses Informasi Terverifikasi dan Edukasi Bencana Digital

Dalam situasi darurat seperti bencana alam, kecepatan dan keakuratan informasi menjadi kunci utama pencegahan kepanikan massa.

BMKG mengingatkan agar publik senantiasa menyaring informasi dan hanya memantau pembaruan data dari kanal resmi terverifikasi.

Masyarakat dapat mengakses pembaruan informasi gempa bumi secara resmi melalui media sosial @infoBMKG, situs web bmkg.go.id, atau kanal InaTEWS.

Aplikasi mobile WRS-BMKG dan infoBMKG juga siap diunduh untuk mendapatkan notifikasi peringatan dini secara cepat di ponsel pintar.

Statement:

Keterangan Resmi BMKG

“Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.”

“Hingga pukul 05.00 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).”

3 Poin Penting:

  • Parameter Gempa M 6,5: Gempa bumi M 6,5 berkedalaman 368 km mengguncang 96 km timur laut Kepulauan Seribu pada Sabtu (12/9/2026) dan dipastikan tidak berpotensi tsunami.

  • Penyebab & Sebaran Getaran: Gempa jenis dalam (intraslab) ini dirasakan di banyak daerah mulai dari Jakarta, Banten, Jawa Barat, DIY, Jawa Timur, hingga Sumatra.

  • Nihil Gempa Susulan: BMKG mengonfirmasi belum ada gempa susulan hingga pukul 05.00 WIB serta mengimbau warga tetap tenang dan memantau kanal informasi resmi.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

Rame 24 Jam

Rame Sepekan