Dinamika panggung politik nasional kembali menghadirkan temuan menarik terkait peta kekuatan figur dalam bursa calon presiden (capres).
Hasil rilis riset terbaru dari lembaga Media Survei Nasional (Median) mencatat sosok Prabowo Subianto masih berdiri kokoh menempati posisi puncak elektabilitas capres.
Tingginya angka dukungan tersebut berhasil dikantongi baik dalam model simulasi pertanyaan terbuka (top of mind) maupun pertanyaan semi terbuka.
Temuan peta dukungan ini diumumkan langsung oleh Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun, dalam keterangan resminya pada Selasa (1/9/2026).
Pria nomor satu di kancah politik nasional tersebut sukses mengamankan elektabilitas sebesar 32,2% pada pertanyaan terbuka. Menariknya, angka ini berada jauh di atas figur-figur lainnya yang turut masuk ke dalam bursa pengujian riset.
Dedi Mulyadi dan Anies Baswedan Bersaing Ketat di Papan Atas
Di bawah posisi puncak Prabowo Subianto, persaingan ketat terjadi pada perolehan angka papan tengah.
Politisi papan atas Dedi Mulyadi dan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menduduki peringkat kedua dan ketiga dengan selisih perolehan elektabilitas yang relatif sangat tipis.
Pada pertanyaan terbuka, Dedi Mulyadi meraih tingkat dukungan 19,8%, disusul Anies Baswedan yang mengantongi 19,5%. Sementara dalam pertanyaan semi terbuka, Dedi mengumpulkan 20,6% suara, sedangkan Anies menyunting 20,5%.
Keduanya menunjukkan dinamika daya pikat politik yang kompetitif di mata publik.
Sejumlah Nama Tokoh Masuk Radar Elektabilitas Capres
Selain jajaran tiga besar kandidat utama, survei Median turut merekam pergerakan angka elektabilitas sejumlah tokoh nasional lainnya.
Mantan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tercatat mengantongi 4,5% pada pertanyaan terbuka dan 5,0% di pertanyaan semi terbuka.
Tokoh Sherly Tjoanda juga muncul menyusul di angka 3,5% (terbuka) dan 4,1% (semi terbuka).
Sementara itu, figur wakil presiden Gibran Rakabuming Raka mencatatkan perolehan elektabilitas yang terpaut cukup jauh dari Prabowo Subianto.
Gibran mengantongi angka 2% dalam pertanyaan terbuka dan 2,6% pada pertanyaan semi terbuka.
Nama-nama lain seperti Mahfud MD, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Andika Perkasa, hingga Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) turut bertengger di kisaran 1 hingga 2%.
Metodologi Riset Wawancara Tatap Muka dengan Kontrol Kualitas Sempurna
Proses pengumpulan data survei nasional oleh Median ini dilakukan secara sistematis melalui wawancara langsung (face-to-face interview).
Pengambilan sampel dilakukan dalam kurun waktu 21 Juli hingga 2 Agustus 2026 yang melibatkan seluruh warga negara Indonesia berhak pilih sebagai populasi dasar.
Sampel sebanyak 1.212 responden dipilih secara acak menggunakan metode multistage random sampling dengan tingkat kepercayaan 95% dan margin of error (MoE) sekitar ±2,76%.
Distribusi responden ditentukan proporsional berdasar populasi provinsi serta gender, diimbangi proses quality control pada 20 persen sampel demi menjaga keabsahan data.
Statement:
Rico Marbun, Direktur Eksekutif Median
“Dalam pertanyaan terbuka, Prabowo Subianto memperoleh 32,2 persen, kemudian Dedi Mulyadi 19,8 persen dan Anies Baswedan 19,5 persen. Sementara dalam pertanyaan semi terbuka, Prabowo Subianto memperoleh 32,4 persen. Dedi Mulyadi berada di posisi kedua dengan 20,6% dan Anies Baswedan di posisi ketiga dengan 20,5 persen.”
3 Poin Penting:
-
Prabowo Subianto Posisi Teratas: Rilis survei lembaga Median Juli-Agustus 2026 menempatkan Prabowo Subianto di puncak elektabilitas capres di angka 32,2% (terbuka) dan 32,4% (semi terbuka).
-
Dedi Mulyadi & Anies Baswedan Bersaing Ketat: Dedi Mulyadi (19,8%) dan Anies Baswedan (19,5%) menduduki peringkat kedua dan ketiga dengan selisih angka elektabilitas yang sangat tipis.
-
Metodologi dan Sampel Riset: Survei Median dilakukan tatap muka pada 1.212 responden (21 Juli–2 Agustus 2026) memakai multistage random sampling dengan MoE ±2,76%.


![ditemukan puntung rokok di makanan MBG [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/Untitled-6-1238651552.jpg-300x174.webp)
