Search
Search
Search

Pupuk Subsidi Makin Gampang Ditebus, Petani Cukup Bawa KTP lewat Sistem i-Pubers

Jumat, 2 Oktober 2026

Ilustrasi petani Jawa Barat (ist)

PT Pupuk Indonesia (Persero) terus mendorong digitalisasi penyaluran pupuk subsidi agar akses petani semakin mudah. Melalui sistem digital i-Pubers, petani kini cukup membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) saat melakukan penebusan pupuk di kios.

Proses yang lebih sederhana ini diharapkan membuat petani tidak perlu melewati tahapan administrasi yang rumit.

Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi mengatakan kemudahan tersebut menjadi bagian dari transformasi perusahaan yang diarahkan agar manfaatnya benar-benar terasa di lapangan.

Harga Pupuk Subsidi Ikut Dibuat Lebih Terjangkau

Tidak hanya memangkas proses penebusan, Pupuk Indonesia juga berupaya menjaga keterjangkauan harga pupuk subsidi. Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk subsidi telah diturunkan hingga 20% sejak Oktober 2025.

Kebijakan tersebut didukung revitalisasi pabrik secara bertahap untuk meningkatkan efisiensi produksi.

Menurut Rahmad, efisiensi di sisi produksi kemudian diarahkan menjadi manfaat langsung bagi petani.

Stok Dipantau secara Real-Time

Transformasi digital Pupuk Indonesia juga menyasar pengawasan distribusi. Perusahaan memanfaatkan Command Center untuk memantau proses penebusan sekaligus kondisi stok pupuk secara real-time hingga tingkat kios.

Dengan sistem tersebut, pengelolaan persediaan dapat disesuaikan dengan kebutuhan di masing-masing wilayah.

Hingga 23 September 2026, realisasi penebusan pupuk subsidi tercatat mencapai 6,77 juta ton atau sekitar 69 persen dari total alokasi pupuk subsidi tahun 2026.

Pupuk Indonesia juga mengandalkan infrastruktur logistik terintegrasi yang mencakup pelabuhan, armada kapal, dan jaringan gudang untuk mendukung distribusi serta memungkinkan realokasi stok antarwilayah ketika diperlukan.

Dorong Pertanian Lebih Berbasis Data

Upaya memperkuat ekosistem pertanian tidak berhenti pada urusan pupuk. Pupuk Indonesia juga menjalankan sejumlah program seperti Agrosolution, Rembuk Tani, dan TAJUMASE.

Perusahaan turut mengembangkan Precision Farming serta Mobil Uji Tanah untuk membantu petani memperoleh rekomendasi pemupukan yang disesuaikan dengan kondisi lahan dan kebutuhan tanaman.

Statement:

Rahmad Pribadi, Direktur Utama Pupuk Indonesia

“Petani adalah bagian penting dari perjalanan Pupuk Indonesia. Kami akan terus memperkuat ketersediaan, distribusi, dan kemudahan akses pupuk. Karena ketika petani mendapatkan dukungan yang tepat, mereka dapat semakin optimal menjalankan perannya sebagai garda terdepan ketahanan pangan nasional.”

3 Poin Penting:

  • Penebusan pupuk subsidi dipermudah melalui i-Pubers, sehingga petani cukup membawa KTP saat mengambil pupuk di kios.
  • HET pupuk subsidi telah turun hingga 20 persen sejak Oktober 2025, didukung program revitalisasi pabrik dan efisiensi produksi.
  • Realisasi penebusan mencapai 6,77 juta ton per 23 September 2026, atau sekitar 69% dari total alokasi pupuk subsidi 2026.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

Rame 24 Jam

Rame Sepekan