Mobil hybrid memang punya motor listrik yang membantu menggerakkan kendaraan, tetapi bukan berarti urusan bahan bakar bisa diabaikan.
Mesin pembakaran dalam atau internal combustion engine (ICE) tetap menjadi bagian penting dari sistem hybrid. Karena itu, pemilik mobil hybrid perlu memperhatikan nilai Research Octane Number (RON) bahan bakar agar sesuai dengan karakteristik mesin.
Hal tersebut menjadi perhatian bagi pemilik Toyota Veloz Hybrid dan Toyota Innova Zenix Hybrid yang mungkin mempertimbangkan penggunaan Pertalite RON 90.
Service Head Auto2000 Cilandak Sapta Agung Nugraha menjelaskan, kebutuhan oktan sebaiknya disesuaikan dengan rasio kompresi mesin karena semakin tinggi kompresi, semakin besar kebutuhan terhadap BBM beroktan lebih tinggi untuk mengurangi risiko knocking.
Rasio Kompresi Jadi Kunci
Menurut Sapta, Toyota Veloz Hybrid menggunakan mesin dengan rasio kompresi 11:1, sedangkan Zenix Hybrid memiliki rasio kompresi 14:1. Sementara itu, Pertalite yang memiliki RON 90 lebih sesuai untuk mesin dengan rasio kompresi menengah, sekitar 9:1 hingga 10:1.
Untuk kedua model tersebut, BBM dengan RON di atas 90 lebih sesuai dengan karakteristik mesin yang memiliki rasio kompresi lebih tinggi.
Penggunaan BBM dengan oktan yang tidak sesuai bukan berarti sistem hybrid secara keseluruhan langsung mengalami kerusakan.
Dampak utamanya justru berkaitan dengan proses pembakaran pada mesin bensin. Ketika proses pembakaran tidak berlangsung optimal, salah satu risiko yang muncul adalah knocking atau detonasi.
Jangan Anggap Sepele Knocking
Sapta menjelaskan, penggunaan bahan bakar yang tidak sesuai dapat memicu knocking, penumpukan karbon di ruang bakar, peningkatan emisi gas buang, serta penurunan performa mesin.
Kondisi pembakaran yang kurang sempurna juga berpotensi membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros.
Dalam penggunaan jangka panjang, kondisi tersebut juga dapat berpengaruh terhadap sejumlah komponen yang berkaitan langsung dengan proses pembakaran.
Menariknya, sistem elektrikal pada mobil hybrid tidak berhubungan langsung dengan kualitas BBM. Motor listrik, baterai, dan komponen elektrikal memiliki sistem kerja yang berbeda dari mesin bensin.
Artinya, penggunaan bahan bakar dengan RON yang tidak sesuai lebih berkaitan dengan kondisi dan kinerja mesin pembakaran dalam, bukan secara langsung merusak sistem elektrikal hybrid.
Efek Jangka Panjang ke Mesin
Meski demikian, bukan berarti pemilik mobil hybrid bisa mengabaikan rekomendasi bahan bakar.
Mesin bensin pada sistem hybrid tetap bekerja bersama motor listrik untuk menghasilkan tenaga, sehingga kondisi mesin tetap menjadi bagian penting dalam menjaga performa kendaraan secara keseluruhan.
Penggunaan bahan bakar yang tidak sesuai dalam jangka panjang dapat memengaruhi keawetan mesin, termasuk ruang bakar, katup ruang bakar, dan ring piston.
3 Poin Penting:
- Pertalite RON 90 kurang sesuai dengan karakteristik kedua mesin tersebut berdasarkan rasio kompresi yang disebutkan, yakni 11:1 pada Veloz Hybrid dan 14:1 pada Zenix Hybrid.
- Risiko utama berada pada mesin bensin, seperti knocking, pembentukan kerak karbon, pembakaran kurang sempurna, peningkatan emisi, dan potensi konsumsi BBM lebih boros.
- Sistem elektrikal hybrid tidak secara langsung terdampak kualitas BBM, tetapi penggunaan bahan bakar yang tidak sesuai dalam jangka panjang dapat memengaruhi komponen mesin pembakaran.



