Search
Search
Search

Raksasa Tambang Global Masuk IWIP, Investasi Hilirisasi Rp180 Triliun Jadi Sorotan

Jumat, 9 Oktober 2026

Tambang nikel (ist)

Indonesia semakin serius memperkuat industri hilirisasi mineral.

Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat perusahaan tambang global Glencore dan perusahaan perdagangan energi Trafigura menjadi bagian dari investor di Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Halmahera Tengah, Maluku Utara.

Keterlibatan dua perusahaan berbasis Swiss tersebut menjadi sorotan dalam peresmian 11 proyek strategis hilirisasi senilai USD10,2 miliar atau sekitar Rp180 triliun oleh Presiden Prabowo Subianto pada Kamis (8/10/2026).

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menjelaskan, investasi di IWIP berasal dari berbagai negara, termasuk Australia dan India.

Menurutnya, para investor ikut membangun ekosistem industri yang terintegrasi, mulai dari pengolahan nikel hingga produksi material baterai kendaraan listrik.

Rosan menyampaikan bahwa investornya ini datang dari berbagai macam negara. Ada yang termasuk juga ada Glencore, Trafigura, ada dari Australia, dari India, dan dari berbagai negara masuk mereka berinvestasi di kawasan industri ini.

Investasi Rp180 Triliun, Empat Proyek Sudah Beroperasi

Dari total investasi Rp180 triliun, empat proyek dengan nilai sekitar USD3,4 miliar atau Rp60 triliun telah menyelesaikan pembangunan dan memasuki tahap operasi komersial.

Sementara itu, tujuh proyek lainnya dengan nilai sekitar USD6,8 miliar atau Rp120 triliun memasuki tahap peletakan batu pertama (groundbreaking).

Deretan proyek ini mencakup pengolahan material baterai berbasis nikel, fasilitas pemisah baterai kendaraan listrik, produksi aluminium elektrolitik, komponen alat berat berbasis listrik, hingga kaca fotovoltaik untuk pembangkit listrik tenaga surya.

Rosan juga mengungkapkan adanya tambahan investasi baru senilai US$7 miliar yang meningkatkan akumulasi investasi IWIP sejak 2018 dari USD20 miliar menjadi USD27 miliar.

Kawasan industri terpadu seluas sekitar 3.000 hektare tersebut dilaporkan telah menyerap 117.000 tenaga kerja dan mencatatkan nilai ekspor sebesar USD11 miliar.

Angka ini memperlihatkan besarnya peran IWIP dalam mendorong aktivitas industri dan perdagangan, khususnya di sektor pengolahan mineral serta rantai pasok kendaraan listrik.

Dari Bahan Baterai hingga Komponen Kendaraan Listrik

Empat proyek yang diresmikan mencakup ekspor produk olahan:

  • Nikel mixed hydroxide precipitate (MHP) dari PT Blue Sparking Energy,
  • Produksi bahan baterai jenis nickel manganese cobalt (NMC) dan Lithium ferro phosphate (LFP) dari PT REPT Batero Indonesia,
  • Aluminium elektrolitik dari PT Pioneer Aluminium Industries, serta
  • Komponen alat berat berbasis kendaraan listrik dari PT XCMG Indonesia Manufacturing.

Proyek-proyek tersebut diarahkan untuk memperluas kemampuan Indonesia mengolah bahan mentah menjadi produk industri bernilai tambah lebih tinggi.

Adapun tujuh proyek yang memulai pembangunan meliputi:

  • PT Guang Ching Nickel Cobalt,
  • PT Inno Prima Material,
  • PT Tinci Materials Indonesia,
  • PT Weda Bay Aluminium,
  • PT Bintang Karya Aluminium,
  • PT Flat Solar Energy Indonesia, dan
  • PT Foton Guangqing Motor Indonesia.

Kehadiran fasilitas-fasilitas baru ini diharapkan memperkuat keterhubungan sektor pertambangan, pengolahan mineral, material baterai, aluminium, energi surya, dan manufaktur.

Meski begitu, dampak jangka panjangnya tetap perlu dilihat dari realisasi investasi, keberlanjutan operasional, serta manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat.

Prabowo Tegaskan Komitmen Melindungi Investor

Dalam peresmian tersebut, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen menjaga keamanan dan kepastian investasi dari berbagai negara.

Ia mengapresiasi perusahaan dan mitra asing yang telah menanamkan modalnya di Indonesia untuk mendukung pengembangan industri hilir.

Menurut Prabowo, kekayaan alam Indonesia harus dikelola secara optimal agar mampu memberikan kesejahteraan dan kemakmuran bagi masyarakat luas.

Ia juga meminta jajaran pemerintah memperlakukan investor sebagai mitra yang harus dijaga kepercayaannya.

Statement:

Prabowo Subianto, Presiden RI

“Untuk itu, saya di sini tegaskan komitmen pemerintah untuk menghormati dan mengamankan semua investasi dari mana pun yang ditanamkan di bumi Indonesia.”

“Mereka yang datang, mereka yang bekerja sama kita, mereka yang membantu kita, kita angkat sebagai saudara kita, dan kita menjaga mereka sebagaimana kita menjaga keluarga kita sendiri.”

3 Poin Penting:

  • Investasi hilirisasi mencapai Rp180 triliun. Sebanyak 11 proyek strategis di IWIP diresmikan, dengan empat proyek sudah beroperasi secara komersial dan tujuh lainnya memasuki tahap pembangunan.
  • Glencore dan Trafigura tercatat sebagai bagian dari investor IWIP. Kawasan ini mengembangkan rantai pasok industri nikel, material baterai kendaraan listrik, aluminium, energi surya, dan manufaktur.
  • IWIP mencatat investasi kumulatif US$27 miliar. Kawasan industri ini dilaporkan menyerap 117.000 tenaga kerja dan membukukan nilai ekspor US$11 miliar, sementara pemerintah menegaskan komitmen untuk melindungi investasi.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

Rame 24 Jam

Rame Sepekan